Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Produk Luar Banjiri Pasar Lokal

Medan,(MedanPunya.com) Ditengah ketidakmujuran nasib para industriawan di Pusat Industri Kecil (PIK) kawasan Menteng, Medan yang saat ini kondisinya terpuruk, tak diyana produk luar negeri membanjiri pasar lokal. Mulai dari produk China, Korea hingga Thailand, mulai memasuki wilayah ini. Dan mereka mampu menjual dengan harga lebih murah. Akibatnya PIK kini tak memiliki market lagi guna memasarkan produk hasil kerajinan mereka.

Karena pasar yang biasa menampung semua produk PIK telah 'digeser' oleh keberadaan produk asing. Tak sampai disitu, pengerjaan pakaian dinas baik sepatu, simbol bordir logo dinas dan atribut lainnya yang ditenderpun tak lagi dikerjakan oleh PIK. CV. M, pemenang tender pengerjaan pakaian dinas Pemprovsu pada Maret lalu yang mengatasnamakan daerah Sumut, ternyata tak melimpahkan pengerjaannya pada industri kecil lokal. Tetapi, CV. M melimpahkan penanganannya ke pulau Jawa, demikian menurut penuturan Ketua I Koperasi Pusat Industri Kecil (Kopik) Menteng, Ismet didampingi Ahmad Harahap selaku Ketua II kepengurusan koperasi itu.

"Sekitar Maret lalu, CV. M memenangkan tender pengerjaan seragam Pemprovsu atas nama Sumut, tapi pengerjaannya dioper ke Jawa, kota mana kami tidak tau," tutur Ismet yang dibenarkan juga oleh Ahmad Harahap. Legalitas Menceritakan tentang maraknya produk luar khususnya yang masuk ke Kota Medan, Ismet dan Ahmad Harahap mengaku tak berdaya. "Kami tidak tau, produk luar yang masuk itu legal atau ilegal. Tapi yang jelas barang-barang itu dijual lebih murah dari produk kita, padahal soal kualitas produk kita lebih terjamin dan lebih tahan," kata Harahap, menyinggung soal legalitas.

Ismet pun memaparkan betapa besar harapan dia atas nama PIK, agar pemerintah dapat mengawasi masuknya produk luar ini dengan ketat. "Pemerintah harus mengawasi ini dengan ketat, karena produk kita sudah digeser oleh produk-produk luar. Rata-rata produk itu dari China dan Korea, namun ada juga dari Thailand," tuturnya. Sebagaimana penuturan Ismet dan Harahap, ada baiknya produk asing yang masuk ke Indonesia dan Medan khususnya dihentikan. Karena produk asing tersebut tak memiliki kualitas jika dibandingkan produk PIK. "Harganya memang murah, seperti sendal dan sepatu, ada yang mirip seperti kulit tapi sebenarnya bukan, kami sudah cek. Produk ini cepat sekali rusak. Kualitasnya masih dibawah produk PIK," kata Ismet lagi.

"Harganya bisa lima puluh persen lebih murah dari kita punya, apalagi sepatu dan sendal. Selain itu kita tidak memiliki market yang tetap lagi seperti grosir grosir di kawasan Jalan Sutomo. Dulunya produk-produk di situ dari PIK, tapi sekarang sudah digeser oleh produk China dan Korea. Akibatnya,jadi tambah sulitlah bagi PIK memasarkan produk kita," tambah Harahap.

Bebasnya produk asing masuk ke Indonesia agaknya perlu dikaji ulang oleh pemerintah. Karena bagaimana pun produk lokal jadi tak berkembang. Mengapa produk luar seperti ini bisa dijual lebih murah? Ilegalkah produk-produk itu? Pemerintah juga yang harus lebih proaktif menanggulangi masalah ini. Selain itu, masyarakat diharapkan juga harus jeli memilih produk-produk berkualitas. Tidak hanya membeli produk karena harganya yang murah, tapi juga perlu memperhatikan kualitas. Sebab harga murah dengan kualitas alakadarnya membuat pemakai harus cepat mengeluarkan biaya menggantinya dibanding produk berkualitas baik yang tahan lama.***Rep1

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."