Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

TKI Asal Aceh Tamiang Hingga Kini Tidak Diketahui Nasibnya

Medan-MedanPunya.Com-Malang nian nasib Sri Wahyuni, wanita muda asal Tenggulun, Aceh Tamiang yang pergi bekerja di Malaysia hampir empat tahun silam. Kini tidak diketahui lagi kabarnya, sejak dirinya pergi meninggalkan suaminya dan ketiga orang anaknya. Keluarganya pun tidak tahu harus berbuat apa, keluarga Sri berharap ada yang membantu mereka menemukan anaknya.

Sebagaimana yang dikisahkan Amir Hamzah, paman Sri yang tinggal di Medan, keponakannya itu sempat mengutarakan ingin bercerai dari suaminya. Sri mengatakan rumah tangganya tidak bisa dipertahankan lagi sehingga dia berniat mengadu nasibnya di negeri jiran, Malaysia melalui seorang calo yang memberangkatkannya dari kampungnya, Aceh Tamiang, tahun 2004 lalu.

Sri tak mempertimbangkan resiko dari keberangkatannya yang ilegal itu dan hanya bermodal nekad dengan uang secukupnya, dia pun akhirnya pergi juga meski orang tua dan pamannya, Amir sempat melarangnya. Dua bulan pertama memang Sri sempat menelefon keluarganya di Medan yang mengabarkan dirinya sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Setelah dua bulan disana, Sri beberapa kali menelefon kami memberitahukan kabarnya. katanya dia sudah kerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia," kenang Amir.

Beberapa bulan kemudian, Sri juga sempat mengirimkan uang dan surat yang ditujukan untuk anaknya di kampung melalui keluarganya yang ada di Medan. Amplop yang berisi surat dan uang itu pun diantar oleh seorang agen perjalanan yang memberangkatkannya dulu. Menurut Amir, amplop itu sepertinya sudah sempat dibuka dan uang yang ada di dalamnya sekitar Rp300.000 jumlahnya.

Setelah hampir setahun merantau, kata Amir, keponakannya itu ada lagi menghubungi dirinya yang mengatakan dia lari dari rumah majikannya karena mendapat perlakuan yang kurang baik. Saat itu dia diselamatkan oleh seorang Datuk dan tinggal dengannya sementara waktu. Sejak saat itu Sri tak pernah lagi menelefon dan memberitahukan kabarnya sampai sekarang.

"Dia ada lagi menelefon kami, katanya dia lari dari rumah majikannya dan diselamatkan oleh seorang Datuk. Sri tinggal di rumah Datuk itu sementara. Sejak itu sampai sekarang tidak ada lagi kabarnya. Kami sekeluarga tidak tau harus berbuat apa dan tidak tau mau mengadu kemana. Karena setelah Sri berangkat baru kami sadar bahwa kepergiannya ilegal," ujar Amir lagi.

Keluarga Sri mengaku untuk mengurus kepulangan dan mencari anaknya tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, itulah yang tidak mereka miliki. Untuk itu mereka berharap agar pemerintah dan pihak-pihak terkai bisa membantu mereka menemukan kembali Sri Wahyuni.(M Agus Utama)
Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."