Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

DPD PPI: Pemimpin Kota Medan Harus Berani dan Berkualitas

Medan-MedanPunya.Com-Nama-nama calon Walikota Medan pada Pilkada 2010 mendatang semakin mencuat, nama-nama tersebut pun sama populernya dihadapan berbagai kalangan. Tokoh-tokoh indtitusi kepemudaan juga harus dipertimbangkan kredibilitasnya. Kini nama-nama tersebut sudah harus diketahui semua lapisan masyarakat.

Dari serangkaian nama-nama itu diantaranya Ajib Syah, mantan anggota DPRD Medan dan tokoh pemuda Sumatera Utara yang saat ini terpilih sebagai anggota DPRD Sumut, HT. Dzulmi Eldin dari birokrat yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah kota Medan. Ada pula Safwan Khayat, tokoh masyarakat Sumut yang saat ini bertugas sebagai pejabat Poldasu. Maulana Pohan yang saat ini sebagai Staf Ahli Pemprovsu yang juga mantan Wakil Walikota Medan mendampingi Abdillah periode 2000-2005 lalu.

Berbagai tanggapan pun turut meramaikan wacana ini, dari birokrat, tokoh pemuda hingga partai punya penilaiannya masing-masing. Ketua DPD Partai Pemuda Indonesia (PPI) Sumut, Drs. Ardiansyah Tanjung memaparkan kriteria Walikota Medan yang dinilai pantas memimpin kota Medan, berdasarkan masyarakatnya yang berjumlah lebih 2 juta jiwa dan heterogen.

"Kota Medan yang penduduknya lebih dari 2 juta orang membutuhkan pemimpin yang kapabel, berkualitas dan punya konsep. Artinya, pemimpin kota Medan tidak serta-merta hanya pintar, atau kaya tapi perlu ada mental yang berani, itu yang utama," tutur Ardianyah ketika dihubungi via selularnya.

Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut ini pun menilai seberapa pantas sosok tokoh memimpin kota Medan saat ini. "Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia yang penduduknya heterogen, perlu figur pemimpin yang berani dalam mengambil kebijakan dan diterima dalam kehidupan masyarakat," katanya.

Kata Ardiansyah, semua elemen masyarakat harus jeli menilai dan memilih pemimpin kota Medan yang betul-betul pantas. Baik itu dari kalangan tokoh masyarakat, birokrat, tokoh politik dan tokoh pemuda. "Bagi parpol pemenang pemilu mungkin juga akan mencalonkan kadernya sebagai Walikota Medan mendatang, seperti Deny Ilham Panggabean yang saat ini Ketua DPC Partai Demokrat kota Medan," imbuhnya lagi

Tokoh masyarakat tionghoa yang pro-aktif dalam meramaikan dinamika politik kota Medan juga mencuat namanya, seperti dr. Sofyan Tan dan Brilian Moktar, SE. "Pemimpin kota Medan harus memiliki keberanian, kemampuan manajerial, pengayom, mampu menjadi mediator dan teladan bagi masyarakat kota Medan," ungkap Ardiansyah

Tokoh Akademisi
Penilaian terhadap beberapa tokoh tidak berhenti sampai disini saja, Ardiansyah juga memandang perlu mendikte beberapa tokoh akademisi.

"Ada beberapa tokoh yang kita nilai pantas, seperti Ajib Syah, Dzulmi Eldin, Maulana Pohan, Sofwan Khayat, Sofyan Tan dan Brilian Moktar, ada juga dari akademisi seperti Prof. Arif yang juga dinilai pantas seiring dengan dinamika potensi kota Medan. Ada juga Drs.Sakhyan Asmara, MS.P yang juga dari akademisi dan aktivis kepemudaan di Sumut," tuturnya.

Sakhyan Asmara, menurut Ardiansyah Tanjung, merupakan sosok yang tak bisa dilupakan begitu saja mengingat kiprahnya sebagai akademisi, politisi dan aktivis kepemudaan di Sumut. "Sakhyan Asmara selain pernah menjabat sebagai Kadispora Sumut, Kadisdik Sumut dan saat ini menjabat sebagai Deputi Menpora di Jakarta. Saya mengajak para tokoh pemuda dan partai politik agar jeli memilih calon ya layak seprti ini," kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' Medan ini.

"Menurut hemat kami tokoh-tokoh seperti ini, bisa kita ajak untuk berkomunikasi membangun kota Medan ke depan. Kepiawaian mereka dalam memimpin perlu kita uji. Sakhyan Asmara, ketika menjabat beberapa kali membina kepemudaan di medan dan Sumatera Utara, kesejukan dan kedamaian sudah tercipta. Keharmonisan masyarakat dan kepemudaan di Medan dimasa beliau menjadi Sekretaris dan Ketua Harian Pemuda Pancasila bisa terjalin di kalangan kepemudaan khususnya," papar Ardiansyah.

Figur yang berani mengambil kebijakan, kata Ardiansyah Tanjung yang juga merupakan Presiden Pengurus Besar Young Sumatera dan Wakil Ketua FKB KAPPI Angkatan '66 ini sangat penting mengingat masyarakat kota medan yang heterogen tadi. "Figur yang layak harus menjadi motor penggerak dan penentu kebijakan. Sehingga tidak gampang diprovokasi dan dijadikan kambing hitam," akunya. (mau)
Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."