Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Aram III produktivitas kedelai turun 3,86%

Medan-MedanPunya.Com-Belakangan ini kedelai impor gencar masuk ke tanah air. Hal ini menyebabkan produksi kedelai asal Sumatra Utara mengalami penurunan, disebabkan harga jual kedelai impor lebih rendah dibandingkan kedelai lokal.

“Persediaan kedelai lokal tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Maka peredaran kedelai impor sangat membantu masyarakat. Apalagi produk kedelai impor lebih bagus seperti memiliki butir biji yang lebih besar dibandingakan kedelai lokal,” kata Kepala Seksi Perumusan Data dan Statistik Dinas Pertanian Sumut Lusyantini kepada medanpunya.com di Medan Selasa (13/10).

Meski penurunan tersebut membuat petani kedelai merugi, tak sama halnya dengan  perajin tempe. Alasannya  mereka lebih suka memakai kedelai luar karena lebih besar. Selain itu harganya lebih murah dengan selisih harga antara Rp300 hingga Rp500 per kilogram.

Berdasarkan data, produksi kacang kedelai di Angka Tetap (Atap) 2008 mencapai 11.647 ton atau mengalami peningkatan pada Angka Ramalan (Aram) II 2009 yakni 16.495 ton. Namun telah diprediksikan pada Aram III produktivitas kedelai hanya mencapai 15.858 ton atau turun 3,86%.  Penurunan juga terjadi pada luas panen dari 13.369 hektar di Aram II menjadi 12.847 hektar di Aram III dengan produktivitas yang sama yakni 12,34 kwintal per hektar.

Selain itu bila dibandingkan dengan kebutuhan kedelai di dalam negeri per tahunnya sebesar 78.687 ton, sedangkan produksi hanya mencapai 11.647 ton. “Berarti kita banyak mengalami kekurangan, meskipun kita ada bantuan benih,” sebutnya.

Penurunan produksi kedelai disebabkan petani tidak bergairah lagi menanam akibat rendahnya produktivitas yang  hanya berkisar 1,1 ton per hektar hingga tidak ada nilai ekonomisnya.

Misalnya saja, untuk lahan satu hektar jika harga kedelai mencapai Rp6.000 per kg hanya mendapatkan keuntungan Rp100.000 per bulannya.
“Ini kan sangat sedikit, dibandingkan jika bertanam jagung,” ungkapnya.

Meski ada penurunan tak membuat petani di Sumut  melakukan upaya penambahan produksi kedelai yang hanya mencapai  1,2 ton per hektarnya. Hal ini dikarenakan belum adanya varietas kedelai yang mampu memproduksi di atas dua ton per hektar.Darwinsyah Purba

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."