Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Masyarakat Medan Belum Siap Jadi Metropolitan?

Medan-MedanPunya.Com-Agaknya, komunikasi sosial dan pembangunan berjalan tak seperti yang diharapkan oleh semua elemen masyarakat kota Medan. Pemko Medan yang seyogyanya melaksanakan agenda ini terpuruk kinerjanya. Alhasil, pembangunan yang seharusnya dilakukan secara maksimal, mogok di tengah jalan. Contoh soal, tugu Adipura yang pernah menghiasi beberapa sisi kota Medan, tak mungkin lagi dapat diraih bila kinerja pemerintah daerah dan masyarakatnya sendiri hilang kesadaran.

Pemerintah, baik di daerah maupun pusat adalah pelayan masyarakat, dan di gaji oleh rakyat. Tetapi jika satu sama lain tidak saling peduli, pembangunan yang menjadi agenda penting yang seharusnya diterima masyarakat pun tak mungkin dapat terlaksana.

Seorang pakar komunikasi sosial dan politik, Prof DR. H Suwardi Lubis, MS mengemukakan beberapa pandangannya tentang bagaimana seharusnya menjadi masyarakat metropolitan. "Dalam konteks komunikasi sosial, pemerintah dalam hal ini pemko adalah pelayan masyarakat yang harus berlandaskan keterbukaan. Pelayanan kepada masyarakat mungkin sudah dilakukan secara maksimal, namun dalam melaksanakan pelayanan itu sudah hilang kesadaran tentang pentingnya melayani masyarakat," kata Suwardi.

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) itu memberikan empat tahapan yang mestinya dilakukan pemerintah dalam hal ini Pemko Medan, yakni; tahap kesadaran, perhatian, pembujukan (sosialisasi) dan tindakan (action). "Namun, yang menjadi kuncinya adalah pada tahap yang pertama, yaitu kesadaran," imbuhnya.

"Kita tentunya berharap pemko memiliki rasa kesadaran yang tinggi dengan penuh tanggung jawab untuk kembali lagi meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melayani masyarakat kota Medan secara maksimal," Suwardi mengharapkan.

Belum Siap
Lebih lanjut Prof.DR H Suwardi Lubis, MS yang juga Guru Besar di Universitas Harapan, Universitas Dharma Agung dan Ketua Penelitian di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' (STIK-P) Medan  ini berpendapat masyarakat kota Medan dinilai belum siap menjadi masyarakat metropolitan.

"Dari segi keilmuan sendiri, masyarakat digolongkan dalam beberapa ciri, saat ini masyarakat Medan masih bersifat crout (kerumunan). Masyarakat metropolitan minimal bercirikan public (publik) yang dapat dilihat dari perilaku warga kota yang selalu memelihara dan menjaga fasilitas kota," kata Suwardi.

Menurut guru besar yang murah senyum ini lagi, dia memberi contoh saat kepemimpinan Abdillah terlepas dari kasus yang ditanggungnya, Medan berhasil meraih Adipura. Itu, menurut Suwardi adalah bentuk kesadaran dari pemko saat itu dalam pelayanan terhadap masyarakat.

Menurut suatu sumber, khusus masalah sampah ini Abdillah sering mengontrol sendiri pada malam hari di  tempat-tempat yang dinilai strategis. Jika masih ditemukan tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan, dia (Abdillah-red) menghubungi langsung Lurah yang bersangkutan untuk segera mengatasi sampah yang dimaksud. Sehingga sering kita lihat, pada larut malam Kepala Lingkungan (Kepling) banyak bertugas pada malam hari dengan difasilitasi sebuah alat komunikasi HT.

Contoh kecil lagi, fasilitas berupa tempat sampah yang disediakan Pemko Medan sejak beberapa tahun lalu banyak yang hilang entah kemana. Disini terlihat fasilitas itu tidak dijaga oleh masyarakat.

"Untuk mewujudkan masyarakat metropolitan, perlu dilakukan pembinaan terhadap masyarakat secara menyeluruh. Agenda ini bisa dimulai dari membuat peraturan dan sanksi bagi yang melanggarnya," demikian Suwardi menyarankan.

(Ags) Ada Foto baru Prof.DR Suwardi Lubis, MS
Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."