“Mengembangkan nilai-nilai dasar dan filosofi masyarakat Melayu yang toleran, terbuka dan santun akan memperkuat citra Sumut sebagai daerah heterogen, rukun, harmonis dan siap berinteraksi produktif maupun positip dalam era globalisasi yang dilandasi nilai-nilai luhur para leluhur,” ujar Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP di ruang kerjanya pekan lalu.
Eddy saat menerima Panitia Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 MABMI Pusat optimis nilai-nilai ke-Melayu-an tersebut ampuh mengharmoniskan heterogenitas Sumut yang sampai saat ini cukup kondusif. Sejarah telah membuktikan bahwa jiwa atau roh budaya Melayu ampuh mempersatukan bangsa dan negara ini.
“Salah satu andilnya yakni melalui bahasa Indonesia diadopsi dari bahasa Melayu yang sampai saat ini mempersatukan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya seraya merespon positif digelarnya Mubes organisasi sosial budaya yang saat ini ketua umumnya Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE yang juga bergelar Datuk Lilawangsa Sri Hidayatullah, kini Gubernur Sumut.
Eddy Syofian berharap segenap komponen resam Melayu termasuk MABMI hendaklah berjuang strategis agar Bahasa Melayu yang saat ini dipakai pada sekitar 90 negara dalam persentase bervariasi dapat menjadi salah satu bahasa resmi di PBB.
Ketua Panitia Mubes ke-8 MABMI Pusat Drs Syarifuddin Rosa menjelaskan Mubes dijadwalkan 15 hingga 17 Oktober 2009 di Hotel Madani Medan dengan mengundang Presiden Dunia Melayu Dunia Islam yang bersekretariat di Malaka, Malaysia, dengan sekitar 250 peserta dari DPP, DPD MABMI Sumut, DKI Jakarta, Riau, Bangka Belitung dan Sumatera Selatan serta Mabmi kabupaten dan kota yang di Sumut dari 16 daerah.
Didampingi Dra Hj Chairul Bariah (Sekretaris SC Panitia), Datuk Adil EM SH (Bendahara), Syahril Tambusai SH (Sekretaris), Hj Aisyah Hanum SH SPN MKn (Wakil Bendahara) dan Iskandar (anggota), Syarifuddin Rosa mengemukakan pendekatan organisasi sosial budaya ini bukan Melayu dalam arti etnis atau suku, melainkan resam atau bangsa yang tidak terikat pada dialek.
(mau)
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

