Selasa, 30 Mei 2017

Peserta Raimuna Nasional Dibebankan Biaya Rp 4 Juta dari Dana Pribadi

Jum'at, 19 Mei 2017 14:42
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Pematangsiantar(MedanPunya) Nasib Penegak dan Pendega Gerakan Pramuka Raimuna Nasional Kota Pematangsiantar sangat memprihatinkan.

Pemko Siantar di bawah pimpinan Hefriansyah Noor tak mempedulikan soal biaya yang dibutuhkan peserta untuk berangkat ke Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur Agustus 2017 mendatang.

Mantan Peserta Raimuna Nasional Hendro Susilo menyebutkan, tahun ini peserta Raimuna terpaksa dibebankan Kwartir Cabang Siantar dengan diwajibkan membayar biaya hingga Rp 4 juta kepada masing-masing peserta.

"Yang ke Raimuna Nasional ada sekitar 24 orang berangkat dari kontingen Siantar. Intinya kita sangat kecewa kepada Kwartir Cabang, terutama ke pihak Pemko yang tidak bersinergi mendukung kegiatan kepramukaan Pematangsiantar. Apalagi Plh Walikota Hefriansyah statusnya sebagai Ketua Majelis Bimbingan Cabang (Kamabicab) gerakan pramuka kwartir Cabang Siantar," tukas Hendro Susilo.

Kondisi ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana peserta Raimuna Nasional difasilitasi dan bahkan diberi uang saku. Apalagi mengingat gerakan pramuka adalah gerakan membangun mental generasi muda akan datang.

"Padahal waktu dulu, kami para peserta tidak sedikit pun dibebani biaya apapun alias gratis dan justru diberi uang saku selama mengikuti kegiatan tersebut. Kami pengalaman ditanggung Pemko bahkan dikasih uang saku. Semenjak itu keseriusan pemerintah sudah sangat-sangat mengabaikan generasi muda lewat kegiatan kepramukaan. Apakah memang tidak ada anggaran di APBD dalam mendukung program/kegiatan kepramukaan di Kota Pematangsiantar ini?" tukasnya lagi.

Dibeberkan Hendro Susilo, anggaran pramuka biasanya dana hibah dari Pemko, itu dari bagian sosial. Dananya itu berbentuk hibah atau bantuan sosial. Biasanya ada pengajuan proposal ke Pemko melalui Dispenda.

"Saya sebagai mantan peserta Raimuna Nasional 1997 merasa kecewa kepada Kwartir Cabang dan Pemko. Saya miris dan sedih melihat adik-adik peserta menanggung biaya pribadi. Saya sudah tanya ke beberapa pengurus cabang, ternyata bentuk perhatian pemerintah Kota Pematangsiantar kepada kegiatan kepramukaan sangat-sangat tidak masuk akal. Mereka paling dibantu rata-rata Rp 30 juta untuk semua kategori, sementara dana yang dibutuhkan 400 jutaan per tahunnya. Itu dimasukkan ke P APBD," pungkasnya.

Kepala Kwartir Cabang Pematangsiantar, Suriatno tak menampik pembebanan biaya ini dan rincian dana yang dibebankan. Dirinya mengakui tak punya dana sehingga membebankan kepada gugus depan dan juga peserta Raimuna Nasional.

"Jangan salah paham. Itu kan tanggunjawab gugus depan. Jadi kami dari Kwartir Cabang sesuai Korda meminta kepada gugus depan mengirim nama yang akan berangkat Raimuna Nasional. Itu tanggungjawab pengirim hal ini dilakukan karena dari Kwarcab tidak ada dana kita. Jadi kita meminta gugus dan peserta membantu lah. Ya peserta yang berkeinginanlah pakai biaya mandiri dia," Suriatno berdalih.

Saat ditanyai upaya apa yang telah dilakukan, Suriatno berdalih anggaran Pemko Siantar tak ada untuk 30 kegiatan kepramukaan selama setahun. Pemko Siantar disebutnya hanya memfasilitasi 2 atau 3 kegiatan saja.

"Kita kan ada upaya melakukan pendekatan ke masing-masing peserta, juga mencari bantuan cari dana-dana ini. Kalau Pemko, kegiatan pramuka kan ada 30an selama setahun, jadi Pemko paling berikan untuk 2 sampai 3 kegiatan saja," pungkasnya.***trb/mpc/bs

Dibaca 33 Kali