Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Bayi Paling Beresiko Paru-paru Basah

Medan (MedanPunya.Com) Bayi berusia dibawah satu tahun merupakan kelompok umur yang paling berisiko terinfeksi "Pneomukokus" atau yang biasa dikenal juga dengan penyakit paru-paru basah.

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pusat, Prof Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan, bayi usia dibawah satu tahun sangat dianjurkan mendapat vaksinasi karena paling berisiko terkena penyakit paru-paru basah.

Pemberian vaksinasi yang lengkap sangat dibutuhkan untuk memberikan perlindungan yang optimal dan untuk mencegah infeksi pneumokokus itu, vaksinasi yang dianjurkan adalah Pneumococcus Conjugate Vaccine (PCV).

"Untuk bayi dibawah enam bulan, vaksinasi sebaiknya dilakukan empat kali yakni pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan dan diulang pada usia 12-15 bulan," katanya.

Sementara bagi yang selama ini belum mendapatkan vaksin PVC, jika usianya dibawah setahun sebaiknya dilakukan tiga kali. Sedangkan yang berusia di atas setahun dilakukan dua kali, diatas dua tahun paling tidak sekali dan vaksin ini dapat diberikan mulai usia dua bulan hingga sembilan bulan.

"Imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan bagi bayi dan anak, tetapi juga dapat melindungi orang dewasa yang dikenal dengan istilah "herd immunity". Imunisasi memberikan manfaat tidak langsung pada orang dewasa dan hal ini merupakan suatu pertimbangan penting dalam evaluasi ekonomi," katanya.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut, dr. Guslihan Dasa Cipta mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, angka kematian balita di Indonesia masih tergolong tinggi, salah satu penyebabnya adalah penyakit infeksi Pneumokokus.

Untuk itu, IDAI bertekad mencegah anak Indonesia dari infeksi Pneomokokus, salah satunya dengan melakukan seminar bertajuk "Bridging the future of Pneumoncoccal Conjugate Vaccine" yang dihadiri kalangan dokter anak di Sumut.

"Kegiatan itu merupakan usaha untuk menurunkan angka kematian balita di Indonesia, sebagai upaya untuk mensukseskan Millenium Development Goals (MDGs) 2015, dimana tujuan keempat adalah menurunkan dua pertiga angka kematian bayi dan balita di dunia," katanya.

Ketua Departemen Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Ridwan M Daulay, mengatakan, semua pihak harus turut mencegah dan menyelamatkan lebih banyak anak-anak Indonesia dari ancaman penyakit paru-paru basah yang mematikan itu.

"Kami mengajak para dokter spesialis anak, dokter umum dan tenaga kesehatan serta jurnalis kesehatan untuk berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan penyakit itu di masyarakat, baik secara individu maupun melalui informasi yang disebarluaskan," katanya.***mpc-mdn/ann/Rep1



Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: