Medan(MedanPunya.Com) Perokok 'berat' dapat menjadi 'musuh' dengan rokok yang dihispanya. Karena berdasarkan berbagai penelitian, menghisap rokok dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan berbagai macam bahan kimia yang terkandung dalam setiap hisapan rokok.
Namun sayangnya, meski mengetahui efek atau konsekwensi merokok ini, tidak jarang tetap dilakukan. Bahkan sebagian perokok merasa dengan dia merokok dapat mendorong seseorang terlihat lebih jantan. Disamping factor lainnya, seperti lingkungan yang bisa memotivasi orang merokok. Salah seorang perokok, Sofyan mengaku sadar dengan efek dar merokok seperti yang tertera dibungkusnya.
"Tahu sih, apa dampaknya. Karena pada setiap bungkus rokok tersebut selalu ada warning, merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. namun tetap saja, merokok ini tetap satu hal yang sulit ditinggalkan," katanya yang mengaku awal merokok karena pengaruh lingkungan.
General manager On Clinic Indonesia, Fithrie Firdaus, menyebutkan, berdasarkan penelitian dari direktur prevention research center di Yale University of School of Medicine, dr David Katz, merokok dapat
mempercepat seseorang terkena resiko atheroclerosis yaitu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya plak di dinding arteri.
Sehingga arteri menjadi lebih tebal dan dapat menyumbat peredaran darah yang semestinya terdistribusi secara utuh ke tubuh. Selanjutnya, jika sumbatan tersebut terjadi pada bagian penis, maka terjadilah gangguan ereksi.
"Mungkin saja, pria sulit untuk meninggalkan rokoknya karena memang tidak pernah merasa takut dengan ancaman penyakit jantung atau kanker paru-paru. Tetapi jika sudah berkaitan dengan kejantannya, mudah-mudahan ini akan sangat memotivasi mereka untuk membuang jauh-jauh rokoknya," katanya.
Kemudian sambungnya berdasarkan penelitian, disejumlah negara seperti yang dilaporkan American Heart Associations Annual Converence on Cardiovascular Desease Epidomiology and Prevention pada tahun 2003, para peneliti memperoleh data dari 3.764 pria yang memiliki kebiasaan merokok, pada usia
47 tahun dengan menghabiskan 20 batang per harinya memiliki resiko disfungsi ereksi hingga 60 persen jika dibandingkan pria yang tidak pernah merokok.
Selain itu pria perokok 30 persen lebih rentan impoten ketimbang mereka yang tidak merokok. Sedangkan hasil penelitian di Australia,dari 8.400 pria berusia 16 hingga 59 diketahui pria yang menghabiskan satu pak atau kurang dari 24 persen kesulitan ereksi, jika dibandingkan yang tidak merokok. selain itu yang menghisap lebih dari 39 persen per paknya, lebih rentan terkena impoten.
"Untuk itu, kita meminta agar para remaja yang berfikir untuk tidak terjamah oleh dampak negatif dari merokok ini. Karena selama merokok, efek pengrusakan dalam tubuh akan terus berlanjut dan semakin parah pada saat mereka dewasa kelak,"sebutnya akhir pekan lalu.***mpc-mdn9