"Kita selalu berkreasi setiap hari untuk berenovasi agar dapat menghasilkan suatu produk terbaru. Dengan, begitu konsumen tidak merasa bosan dan dapat menikmati beberapa jenis serta rasa yang kami tawarkan,"
ungkapnya.
Indah Harahap, salah satu pengusaha home industri dan pendiri 'Bakoel Tjoklat' di Jalan Karya Wisata, Komplek Taman Tenera Indah Blok C No.18 Medan sebagai peserta di Imlek Fair 2010, ingin mempromosikan usaha coklat yg berasal dari Sumatera Utara yang di produksi di medan.
Mengenai harga satu produk coklat relatif terjangkau mulai dari Rp5.000-Rp8.000, untuk cokelat stick, cokelat pinutte Rp3.000-Rp10.000, cokelat biskuit Rp3.000. Kalau stick love harganya Rp6.000. Penjualan biasanya akan 'booming' saat musim pernikahan.
Tahun Baru, Imlek dan Lebaran serta mengikuti pameran disejumlah kegiatan yang diselengarakan Pemda Sumut, Pemko Medan dan pihak swasta lainnya. ungkapnya kepada MedanPunya.Com Jumat.
"Harga-harga produk 'Bakoel Tjoklat' relatif murah dan terjangkau lapisan masyarakat di mana masyarakat dapat menikmati dengan aneka ragam jenis dan rasa yang berbeda-beda," ucap Indah.
Harapan Indah, Bakoel Tjoklat yang sebelumnya bernama Roemah Chocolate dapat dikenal masyarakat Sumut dan Medan sekitarnya. Agar acara ini sukses dan menjadi kegiatan rutin tahunan, yang selain untuk mempromosikan budaya Sumut juga untuk menambah pendapatan UKM dan home industri serta sebagai ajang promosi berbagai produk berkualitas di Sumut.
"Selama PRSU berlangsung penjualan bakel cokelat mencapai Rp400 ribu per hari Senin-Jumat, untuk weekend (Sabtu-Minggu) bisa mencapai Rp700 ribu," jelasnya.
Dia menambahkan, Kegiatan PRSU sangat positip bagi UKM dan home industri di mana dapat mempromosikan pruduk-produk ke masyarakat sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh lagi. Dan, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus kepada para pelaku UKM agar dapat berkembang lebih naik lagi.
Baik dari segi pemberian modal usaha dan pelatihan-pelatihan yang dapat memajukan pelaku UKM dikemudian hari. Dan, dukungan sepenuhnya oleh perbankan dalam memberikan pinjaman kredit kepada UKM yang selama ini masih mendapat kesulitan secara administratifnya.***Rep2
| Berikan Komentar |
|
|
|
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

