"Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 6,33 persen dibandingkan jumlah wisman yang datang pada bulan sebelumnya yakni sebanyak 17.303 orang," katanya.
Dia menjelaskan, Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2009, jumlah wisman pada Juli 2010 mengalami peningkatan sebesar 6,72 persen, yaitu dari 15.187 orang naik menjadi 1.207 orang.
"Penurunan itu jumlah wisman tersebut terjadi ditiga pintu masuk ke Sumut. Dan penurunan paling besar hingga 100 persen terjadi melalui pintu masuk pelabuhan Belawan. Ini terjadi disebabkan karena terminal keberangkatan dan kedatangan internasional di pelabuhan itu untuk sementara ditutup," paparnya.
Dia mengungkapkan, negara yang warganya menjadi pengunjung terbanyak di Sumut pada bulan Juli 2010 ini masih didominasi oleh Negara Malaysia yakni sebanyak 9.166 orang atau 56,56 persen. Disusul Belanda sebanyak 1.427 orang atau 8,80 persen, Singapura 736 orang atau 4,55 persen, Taiwan 405 orang atau 2,50 persen, Jerman 352 orang atau 2,17 persen. Australia 335 orang atau 2,07 persen, Amerika Serikat 286 orang atau 1,76 persen, Korena Selatan 131 orang atau 0,81 orang, dan Jepang sebanyak 127 orang atau 0,78 orang.
"Dampak dari konflik Indonesia-Malaysia yang terjadi belakangan ini belum kelihatan karena baru terjadi di awal Agustus 2010. Hasil pengamatan di bulan Agustus baru bisa diketahui di bulan September. Namun, di bulan Juli 2010 jumlah wisaman di Sumut masih didominasi warga Negara Malaysia hingga 56,56 persen," tambahnya.***mpc-mdn1
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

