Pengamat: Perlu Pengawasan Warga Asing Yang Naturalisasi

Medan(MedanPunya.Com) Pengamat hukum Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Runtung Sitepu, SH, minta kepada pemerintah perlu melakukan pengawasan terhadap warga asing yang diberikan naturalisasi kewarganegaraan.

"Pengawasan itu perlu dilakukan untuk mengetahui orang asing yang sudah jadi warga negara Indonesia tersebut apakah menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketentuan Undang-undang," katanya di Medan, Jumat (14/1), ketika ditanyakan mengenai warga asing yang mendapat status kewarganegaraan melalui naturalisasi .

Pengawasan ekstra ketat itu, menurut dia, merupakan tanggungjawab pemerintah melalui Kementerian Hukum, agar warga Indonesia yang melalui naturalisasi tersebut dapat melaksanakan hak dan kewajibannya.

Warga asing yang telah sah secara hukum jadi orang Indonesia itu, juga harus berperilaku sebagai WNI yang baik, taat hukum dan tidak melakukan pelanggaran.

"Warga asing yang naturalisasi itu, juga harus menghormati ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia," kata Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Selanjutnya Runtung mengatakan, pemerintah juga perlu benar-benar menyeleksi ketat setiap orang asing yang melakukan naturalisasi kewarganegaraan agar yang menjadi warga Indonesia orang yang baik dan tidak pernah cacat hukum.

Dengan demikian, jelasnya, nama baik dan citra Indonesia di mata negara-negara dunia tidak tercemar.Ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah.

"Jadi orang asing yang mau jadi warga Indonesia itu harus teruji, baik mental maupun moralnya.Bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan misalnya telah berusia 18 tahun, mengetahui Bahasa Indonesia, tinggal di Indonesia lima tahun berturut-turut atau 10 tahun," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, terhadap orang asing yang akan masuk jadi warga Indonesia itu, pemerintah terlebih dahulu harus mengetahui latar belakang mereka, atau silsilah hidup serta keluarganya.

Selain itu, apa alasan atau maksud orang asing itu, sehingga berminat untuk jadi warga Indonesia.Hal seperti ini mutlak dilakukan, sehingga dapat diketahui dengan jelas keseriusan orang asing itu merobah kewarganegaraan mereka.

"Pemerintah juga perlu dengan tegas dan ketat memberlakukan naturalisasi kewarganegaraan, sehingga jangan sampai salah kaprah. Ini juga adalah menyangkut nama baik bangsa dan negara," kata Dekan Fakultas Hukum USU itu.

Memperketat naturalisasi
Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM akan memperketat pemberian naturalisasi kewarganegaraan pada 2011.

"Naturalisasi akan diperketat karena ternyata ditemukan adanya penyimpangan," kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dalam "Refleksi Kinerja Kemenkumham Tahun 2010" di Jakarta, belum lama ini.

Penyimpangan yang dimaksud, ia mengatakan, yakni kasus perkawinan fiktif. "Saya sengaja tidak mau tanda tangani naturalisasi yang seperti itu," ujarnya. Patrialis menegaskan, jika ada warga asing yang mengajukan naturalisasi harus benar-benar berniat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Pekerjaannya pun di Indonesia harus jelas, bisa berbahasa Indonesia, kalau pun berdasarkan perkawinan tentu harus yang sah secara hukum," ujarnya.***mpc-md/ann/Rep1

 

Film

 

Otomotif

 

Infotainment

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

MedanPunya.Com - Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu pelawak terbaiknya. Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai Jojon meninggal

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

MedanPunya.Com - Artis sinetron Roger Danuarta ditemukan tidak sadarkan diri dalam mobilnya di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulogadung, Jakarta Timur,

 

Gaya Hidup

Kontrol Emosi Rendah Picu Orang Berpendidikan Baik Bisa Jadi Pembunuh

MedanPunya.Com - Pendidikan formal baik yang didapat seseorang tidak menjamin orang tersebut akan berperilaku baik. Berkaca dari kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19), yang dilakukan oleh Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani (19), mantan kekasih dan teman SMA tega melakukan aksi keji.

"Kalau ora [ ... ]

 

Pendidikan

Benarkah Jam Sekolah Pagi Ganggu Pencernaan Anak? Mendikbud: Aduh Alasan

Jakarta(MedanPunya.Com) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai jam masuk anak sekolah di DKI Jakarta telah mengorbankan hak-hak anak, termasuk mengganggu pencernaan. Mendikbud M Nuh menilai itu hanya alasan saja.

"Aduh alasan. Orang FSGI (pihak yang menyatakan bisa mengganggu pencernaan anak) [ ... ]

 

Musik

Queen Pecahkan Rekor Album TerlarisQueen Pecahkan Rekor Album Terlaris

MedanPunya.Com - Queen mencatat sejarah dengan menjadi band pertama di Inggris yang berhasil menjual enam juta kopi album.

Koleksi Greatest Hits pertama mereka meliputi lagu We Will Rock You dan Bohemian Rhapsody.

Official Charts Company mengatakan satu dari tiga rumah tangga di Inggris kini memiliki  [ ... ]

 

Teknologi

Rugi Terus, BlackBerry Mau Berhenti Jualan Ponsel

MedanPunya.Com - BlackBerry terus-menerus mengalami kerugian. Pada tiga bulan yang berlangsung hingga 1 Maret lalu, perusahaan tersebut melaporkan kerugian sebesar 423 juta dollar AS. Kuartal sebelumnya, angka kerugian mencapai 4,4 miliar dollar AS.

Jika kerugian terus terjadi, CEO BlackBerry John Ch [ ... ]