Medan(MedanPunya.Com) Dinas Pertanian Sumatera Utara akan memperbaiki saluran irigasi dan memperbanyak serapan pupuk bersubsidi untuk meningkatkan jumlah produksi pertanian pada tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Sumut HM Roem di Medan, Jumat (20/1), mengatakan, berdasarkan data yang didapatkan, terdapat 36 persen saluran irigasi di Sumut yang mengalami kerusakan dan kurang dapat dipergunakan.
Pihaknya akan mengoordinasikan dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten/kota, dan Balai Wilayah Sungai Sumatera II untuk perbaikan irigasi tersebut.
"Dengan keterlibatan semua pihak, kita berharap 36 persen saluran irigasi yang rusak itu dapat diperbaiki," katanya tanpa menyebutkan lokasi saluran irigas yang rusak tersebut.
Dinas Pertanian Sumut juga akan mengupayakan peningkatan serapan pupuk bersubsidi di daerah itu yang harganya lebih murah untuk memudahkan petani dalam meningkatkan produksi pertaniannya.
Selian itu, kata Roem, pihaknya juga telah menyiapkan upaya laion seperti memberikan bantuan benih, pembuatan jalan usaha tani, pembinaan penangkar benih padi, dan bantuan alat mesin pertanian.
Untuk menjaga kondisi dan kualitas tanaman petani, Dinas Pertanian Sumut akan melakukan pemantauan dan pengamanan pertanaman dari organisme pengganggu tumbuhan dengan memberikan alat pengendalian hama dan penyakit.
Demikian juga dengan upaya perluasan lahan pertanian dengan mencetak lahan baru yang direncanakan mencapai 1.200 hektare pada tahun 2012.
Dengan sejumlah upaya tersebut, Dinas Pertanian Sumut berharap jumlah produksi padi dan berbagai tanaman lainnya akan memberikan hasil yang lebih baik guna memperkuat swasembada dan ketahanan pangan di daerah itu.
Pada tahun 2011, produksi padi Sumut ditargetkan sebanyak 3,659 juta ton gabah kering paneh (GKP) yang hingga angka ramalan (aram) III jumlah produksinya masih 3,610 juta ton GKP.
Dengan persiapan yang dilakukan, pihaknya mengharapkan dapat mencapai target produksi 4,207 juta ton GKP sebagaimana yang dibebankan pemerintah pusat pada 2012.
Pihaknya berkeyakinan target itu dapat direalisasikan karena memiliki sejumlah daerah yang menjadi lumbung seperti Kabupaten Simalungun, Langkat, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Batubara, Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan.
"Daerah lain di Sumut juga banyak menghasilkan padi tetapi tujuh daerah itu yang produksinya paling besar," kata Roem.***mpc/ann/bs