Kasus Rahudman Masuki Tahap Baru

Medan(MedanPunya.Com) Kasus dugaan korupsi anggaran Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Tahun Anggaran 2005 dengan kerugian negara senilai Rp1,5 miliar, yang menyeret nama Wali Kota Medan Rahudman Harahap, yang ketika itu menjabat sebagai Sekda Tapsel memasuki tahap baru.

Jika sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Noor Rachmad, yang dimintai komentarnya menjelaskan masih menunggu kordinasi dengan tim ahli dari Kementrian Dalam Negeri dalam hal ini Dirjen Keuangan Daerah, kali ini Kejati Sumut tinggal menunggu kesimpulan BAP dari tim ahli untuk menentukan seberapa jauh keterlibatan Rahudman.

"Kordinasi dengan tim ahli mereka sudah siapkan BAP-nya. Mungkin Senin nanti sudah ada kesimpulan BAP dari ahli. Dari sana kami akan melihat peran dia (Rahudman) dalam kasus ini. Jika dalam BAP tim ahli menguatkan Rahudman sebagai tersangka maka kami akan melayangkan izin pemeriksaan kepada Mendagri," ungkapnya, Jumat (10/8).

Noor menambahkan kesimpulan BAP tim ahli sangat diperlukan. Hal itu tegasnya untuk memperkuat data dan bukti keterlibatan Rahudman. Sebab dari BAP tim ahli akan menentukan sikap Kejati Sumut selanjutnya.

Terkait adanya anggapan sekelompok mahasiswa dan organisasi kemasyarakatakan yang mengaku Kejati Sumut terkesan lamban dan takut terhadap Rahudman, dibantah oleh Noor. Kepada Tribun, Noor mengutarakan apapun kasusnya asalkan alat buktinya kuat dan melakukan tindakan korupsi dirinya tidak takut.

"Saya berani asalkan alat bukti kuat dan melakukan korupsi. Kalau alat buktinya lemah jelas saya ga berani. Ini bukan soal berani atau tidak, kalau tidak ada alat bukti bagaimana kami kuat untuk memeriksa dan secara hukum jika tidak ada alat bukti saya ga berani. Itu sebabnya tunggu kesimpulan BAP dari ahli, kalau faktanya kuat jelas kami akan tindaklanjuti," ungkapnya.

Persoalan dalam kasus dugaan korupsi ini sebenarnya bermula dari Amri Tambunan yang saat itu menjabat sebagai Bendahara memakai duit dengan peruntukan yang bukan seharusnya. Dalam hal ini Noor sendiri mengaku pengeluaran dana yang dilakukan Amri memang belum bisa dipastikan kebijakannya diambil Rahudman atau Bupati yang saat itu menjabat.

"Amri Tambunan tidak menyetorkan uang sebagaimana mestiknya. Kami akan lihat link-nya Amri ini dengan Rahudman seperti apa. Bukti sendiri sudah banyak dikumpulkan tetapi kan harus diuji lagi oleh penyidik apakah kuat atau tidak. Kita lihat saja Senin nanti kesimpulan BAP dari tim ahli," ungkapnya.

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Sumut Marcos Simaremare saat dimintai komentarnya juga mengutarakan tidak takut dalam hal penanganan kasus dugaan korupsi Wali Kota Medan Rahudman Harahap, yang ketika itu menjabat sebagai Sekda Tapsel.

Marcos menjelaskan tidak ada yang perlu ditakuti dalam hal penanganan perkara Rahudman. Ia juga menambahkan apapun kasusnya harus ditangani. "Kenapa rupanya. Kalau takut ngapain kita tangani," ujarnya tegas, Jumat (3/8) lalu.

Kejati Sumut sendiri hingga saat ini belum ada melayangkan surat panggilan kepada Rahudman. Sebab katanya tim penyidik lagi-lagi masih harus melihat dahulu hasil dari ahli keuangan daerah kementrian dalam negeri.

Meski demikian perkembangan terakhir yang sudah diterima pihaknya, Kementerian Dalam Negeri sudah membentuk tim ahli setelah pihaknya mengirimkan data-data berupa bagaimana sebenarnya kasus ini terjadi dan dipastikan mereka pihak Kemendagri ungkap Marcos sudah menerima.

"Perkembangan terakhir dalam kasus Rahudman tim ahli dari Kemendagri sudah dibentuk. Tinggal kami menyesuaikan waktu dengan mereka. Kemungkinan apakah kami yang kesana atau mereka yang kemari untuk melakukan kordinasi dalam penanganan kasusnya," ungkapnya.***trb/mpc/bs

 

Film

 

Otomotif

 

Infotainment

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

MedanPunya.Com - Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu pelawak terbaiknya. Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai Jojon meninggal

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

MedanPunya.Com - Artis sinetron Roger Danuarta ditemukan tidak sadarkan diri dalam mobilnya di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulogadung, Jakarta Timur,

 

Gaya Hidup

Kontrol Emosi Rendah Picu Orang Berpendidikan Baik Bisa Jadi Pembunuh

MedanPunya.Com - Pendidikan formal baik yang didapat seseorang tidak menjamin orang tersebut akan berperilaku baik. Berkaca dari kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19), yang dilakukan oleh Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani (19), mantan kekasih dan teman SMA tega melakukan aksi keji.

"Kalau ora [ ... ]

 

Pendidikan

Benarkah Jam Sekolah Pagi Ganggu Pencernaan Anak? Mendikbud: Aduh Alasan

Jakarta(MedanPunya.Com) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai jam masuk anak sekolah di DKI Jakarta telah mengorbankan hak-hak anak, termasuk mengganggu pencernaan. Mendikbud M Nuh menilai itu hanya alasan saja.

"Aduh alasan. Orang FSGI (pihak yang menyatakan bisa mengganggu pencernaan anak) [ ... ]

 

Musik

Queen Pecahkan Rekor Album TerlarisQueen Pecahkan Rekor Album Terlaris

MedanPunya.Com - Queen mencatat sejarah dengan menjadi band pertama di Inggris yang berhasil menjual enam juta kopi album.

Koleksi Greatest Hits pertama mereka meliputi lagu We Will Rock You dan Bohemian Rhapsody.

Official Charts Company mengatakan satu dari tiga rumah tangga di Inggris kini memiliki  [ ... ]

 

Teknologi

Rugi Terus, BlackBerry Mau Berhenti Jualan Ponsel

MedanPunya.Com - BlackBerry terus-menerus mengalami kerugian. Pada tiga bulan yang berlangsung hingga 1 Maret lalu, perusahaan tersebut melaporkan kerugian sebesar 423 juta dollar AS. Kuartal sebelumnya, angka kerugian mencapai 4,4 miliar dollar AS.

Jika kerugian terus terjadi, CEO BlackBerry John Ch [ ... ]