Tewasnya Zainal yang merupakan warga Jalan Sembilan/VI Taman Sri Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia ini pertama kali diketahui oleh istrinya Junaidah binti Hussin, 41.
Keterangan yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pasangan suami istri tersebut telah menginap di Hotel Sumatera sejak 9 Mei lalu dan ditemani oleh dua saudara mereka lainnya dengan menginap dikamar 305. Sedangkan maksud kedatangan mereka ke Medan, untuk mengobati secara tradisional penyakit pembengkakan di perut yang diidap Zainal sejak beberapa bulan lalu, yang diduga akibat guna-guna atau santet
"Tadi, saya sedang mandi. Usai mandi, saya hendak menyuapi sarapan kepadanya. Tiba-tiba saja, dia (korban-red) terjatuh ke tempat tidur dan tidak sadarkan diri. Tau-taunya, ternyata dia sudah meninggal dunia," ungkap Junaidah kepada wartawan kemarin.
Menurut Junaidah, kedatangan mereka ke Medan memang untuk berobat, menyusul adanya dugaan serangan ilmu hitam dari pesaing bisnis suaminya di Malaysia. Bahkan seorang dukun di kawasan Delitua yang telah mereka datangi, mengaku tak sanggup menyembuhkan serangan ilmu hitam itu. "Ada ilmu hitam, suami saya kata pak dukun itu sudah kritis," terang Junaidah.
Mengetahui suaminya meninggal dunia, istri korban lalu memberitahukan peristiwa itu ke pihak management hotel dan pihak management hotel meneruskan laporan istri korban ke Polsekta Medan Kota. Selang beberapa menit kemudian, anggota Polsekta Medan Kota dan Unit Olah TKP Poltabes Medan, dipimpin Kasubnit Reskrim, Aiptu TM Siringo-ringo tiba di Tempat Kejadian Perkara dan melakukan olah TKP.
Sedangkan, menurut keterangan saudara korban, Dirhamsyah, 49 korban meninggal sesaat setelah dipakaikan param. Hal ini memang kerap dilakukan sejak sakit tersebut yang tidak diketahui. Namun, sesaat setelah dioles dengan ramuan ramuan tradisional itu kondisi korban langsung lemah. "Istrinya bilang, habis mandi tadi seperti biasa, dia dipakaikan param. Setelah itu kondisinya langsung lemah," imbuhnya.
Dirham mengatakan, tujuan Zainal datang ke Indonesia adalah untuk berobat. Kondisi sakit tersebut sejak sebulan ini dia sakit. Badannya semua bengkak, dari perut ke bawah mengalami pembengkakan. Katanya, ayah satu anak itu akan berobat alternative. Sebab, secara medis, tidak diketahui penyebab sakit yang dialami Zaenal. "Dia saja dokter. Kalau dia tahu sakitnya, untuk apa dia dating ke sini (Indonesia)," tuturnya.
Sedangkan, General Manager Hotel Sumatera, Samuel enggan memberikan keterangan banyak terkait kasus itu. Samuel hanya menyebutkan korban chek-in pada Minggu (9/5) lalu, dengan tujuan berobat alternatif. Hanya saja ketika itu korban tak sempat menyebutkan alamat tabib yang hendak dituju. "Tidak ada kekerasan di hotel kami, beliau datang memang sudah dalam kondisi sakit," ungkap Samuel.
Untuk mendalami penyebab kematian warga Malaysia itu, polisi langsung membawa jasad korban ke RSU Pirngadi Medan. Selanjutnya, untuk pemeriksaan lebih lanjut, istri korban bersama dua saudaranya diboyong ke Mapolsekta Medan Kota untuk diminta keterangan terkait kematian korban.
Kapolsekta Medan Kota AKP Amri Z SH melalui Kasubnit Reskrim Aiptu TM Siringo-ringo kepada wartawan ketika ditemui di Tempat Kejadian Perkara, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, kuat dugaan korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. "Pemeriksaan sementara, kemungkinan penyebab tewasnya korban karena sakit," ungkap TM Siringo-ringo.***mpc-mdn2
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

