Budidaya Jeruk Purut Menjanjikan

Medan(MedanPunya.Com) Meski sehariannya bergelut dalam rutinitas kantor sebagai staf perizinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Ino Waskito mampu membagi waktu sebagai petani jeruk yang sukses di Sumatera Utara hal ini untuk sebagai contoh pada PNS sehingga tidak melakukan korupsi.

Maklumlah bagi ayah empat anak ini, berkebun jeruk awalnya dimotivasi dari untuk biaya sekolah anak-anaknya mengingat bila mengandalkan gaji sebagai PNS tidaklah cukup. Maka dengan modal apa relatif minim ia menanam jeruk purut di atas lahan 6.000 m2 di Desa Sidodadi Kecamatan Biru-biru, Deli Serdang.

“Saat itu saya berpikir anak saya yang nomor dua sudah duduk di bangku SMP sementara yang nomor satu sakit tidak sekolah dan sudah tentu akan disusul oleh adiknya yang nomor 3 dan 4.

Dan saat itu saya berpikir tiga tahun mendatang sudah tentu harus membutuhkan biaya tidak sedikit untuk biaya pendidikan sedangkan saya hanya PNS dengan gaji yang cukup untuk makan sebulan.

Maka ketika itu seorang teman mengajak membudidaya jeruk purut dan ternyata hasilnya kini cukup menguntungkan,” kata Ino didampingi istri tercinta Asni di kediaman mereka Jln Sibiru-biru Pasar 9.

Awalnya ia mempunyai areal tanaman jeruk purut sekitar 6000 m2 dan kini bertambah seluas 12.000 m2. Di areal itu ia menanam jeruk lemon ( asam sampo) dan jeruk nipis juga beberapa pohon rambutan. Dan kini sudah memproduksi sekitar 6000 butir per bulan dari 500 pohon, jeruk nipis 500 buah dari 150 pohon dan 500 kg dari 300 pohon.

Dan umumnya hasil produk perkebunan tersebut dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Medan, Tanah Karo, dan NAD. Yang umumnya pembeli langsung datang ke kebun untuk dijual kembali. Dengan harga Rp 500 hingga rp 700 per buahnya Ino menjual kesetiap pembeli yang datang ke kebun jeruknya.

“Setiap pagi pedagang jeruk purut maupun jeruk nipis dan asam sempoa datang ke kebun langsung memilih jeruk yang akan dijual kembali ke warga,” ujarnya. Mengapa ia memilih bercocok tanam jeruk purut , Ino mengaku selain lebih prospektif karena banyak digunakan untuk obat atau acara ritual, juga harganya relatif stabil.

Hal ini terlihat saat jeruk manis harga anjlok, tidak demikian dengan produksi jeruk.

Kendati produksi jeruk Aceh masuk ke Medan merupakan saingan, ia tidak merasa khawatir karena bila dilihat secara kualitas jeruk purutnya jauh lebih bagus karena mampu bertahan hingga kurun waktu satu bulan sedangkan jeruk dari Aceh hanya bisa bertahan dalam sepekan.

Hanya saja keunggulan dari jeruk purut NAD lebih banyak jenis jantan sedangkan produksinya lebih banyak betina. Kendati demikian Ia mengaku mampu memproduksi jeruk purut jenis jantan. “Awalnya saya coba-coba dengan cara memutik putting bunga ternyata buah menghasilkan jeruk purut jenis jantan,” katanya.

Perawatan
Untuk perawatan jeruk purut, nipis dan asam sampo umumnya ia membeli jeruk stack sehingga tanaman yang dihasilkan lebih banyak dan mudah dipanen berbeda dibandingkan dengan menanam secara tradisional.

Dengan menggunakan pupuk kandang kerbau, kambing sekitar 60 persen yang diberikan setiap tiga bulan sekali ditambah dengan pupuk kimia 40 persen untuk membasmi hama seperti belalang, jamur yang menyerang batang pohon.

Penyakit yang sering terjadi adalah terjadinya pengeritingan daun saat musim hujan, untuk itu ia menggunakan pupuk kisrik cap bola dunia yang berasal dari batu gunung.

Dengan kandungan MGO (magnesium 26 -28 persen), setelah digunakan secara perlahan daun kembali pulih disusul dengan buah yang cukup banyak. Setiap bulannya rata-rata ia bisa menghasilkan 10 ribu buah dari keseluruhan tanaman jeruk.

Sedangkan bila terjadi musim trak seperti bulan ini ia hanya memproduksi 60 Persen-nya. Dengan usia tanaman 7 hingga 10 tahun

Daun juga jadi prospek
Selain buah jeruk purut dan lainnya dijual, ternyata daunnya juga mampu menghasilkan rupiah. Dan umumnya pembeli adalah pedagang bumbu masakan sebagai pewangi dan penyedap rasa.

Namun berbeda dengan buah jeruk yang diambil setiap hari, daunnya hanya tiga bulan sekali itupun saat dilakukan perawatan tanaman jeruk dengan cara mengunting daun yang dinilai tidak produktif. “Untuk daun biasanya dijual sekitar Rp 6000 /kg,itupun tiga bulan sekali saat kita lakukan perawatan dan mengunting daun yang dinilai tidak produktif,” ungkapnya.***mcp-mdn5



 

Film

 

Otomotif

 

Infotainment

Lindsay Lohan Buka Suara soal 36 Pria yang Pernah Hubungan Seks Dengannya

Lindsay Lohan Buka Suara soal 36 Pria yang Pernah Hubungan Seks Dengannya

MedanPunya.Com- Awal tahun lalu dunia hiburan Hollywood sempat dihebohkan dengan daftar 36 pria yang pernah berhubungan seks dengan Lindsay Lohan

Terungkap, Robin Williams Mengidap Tahap Awal Parkinson Saat Meninggal

Terungkap, Robin Williams Mengidap Tahap Awal Parkinson Saat Meninggal

MedanPunya.Com - Masalah kesehatan yang dihadapi aktor Robin Williams sebelum meninggal bukan cuma gangguan bipolar dan riwayat operasi jantung. Sang

 

Gaya Hidup

Kontrol Emosi Rendah Picu Orang Berpendidikan Baik Bisa Jadi Pembunuh

MedanPunya.Com - Pendidikan formal baik yang didapat seseorang tidak menjamin orang tersebut akan berperilaku baik. Berkaca dari kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19), yang dilakukan oleh Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani (19), mantan kekasih dan teman SMA tega melakukan aksi keji.

"Kalau ora [ ... ]

 

Pendidikan

Kurikulum 2013 Ditolak FSGI, Kemendikbud: Perubahan Butuh Proses

Jakarta(MedanPunya.Com) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak penerapan Kurikulum 2013 sebagai sistem pendidikan di sekolah. Kemendikbud mengatakan perubahan memerlukan proses.

"Itu perlu proses. Perubahan itu tidak bisa 100 persen, justru aneh kalau bisa langsung 100 persen," ujar staf khus [ ... ]

 

Musik

SM Entertainment Menang 8 Penghargaan untuk Desain Sampul AlbumSM Entertainment Menang 8 Penghargaan untuk Desain Sampul Album

MedanPunya.Com - SM Entertainment kembali jadi juara untuk desain sampul album artis-artisnya. Tak hanya satu, total delapan desain sampul album menang di ajang Red Hot Design Award 2014, Jerman.

Ini memang bukan kali pertama manajemen artis seperti EXO dan SNSD itu memenangkan penghargaan untuk desa [ ... ]

 

Teknologi

Prediksi Ilmuan: Tikus Kuasai Dunia, Manusia PunahPrediksi Ilmuan: Tikus Kuasai Dunia, Manusia Punah

MedanPunya.Com - Para ilmuwan percaya jika manusia akan mengalami kepunahan sekali lagi dalam waktu dekat. Namun kali ini tidak akan terjadi karena hantaman asteroid.

Manusia akan punah karena hasil dari kejahatan yang dilakukannya terhadap lingkungan. Pasalnya, perubahan iklim yang terjadi akan memu [ ... ]