Ibadah puasa ini sangat berbeda dengan ibadah lainnya seperti haji, sholat dan sedekah. Untuk jenis ibadah seperti ini semua orang pasti mengetahuinya bahwa seseorang itu menjalankan ibadah tadi. Dengan ibadah suci ramadhan ini seharusnya memberikan dampak positif kepada diri seseorang dengan disiplin yang tinggi.
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1431 H ini, diharapkan kepada yang menjalankannya atau seluruh umat muslim meningkatkan kedisiplinan, kerapian dan lebih teliti di masa-masa mendatang. "Jadi lah kita laksana tukang parkir. Tatkala banyaknya mobil dan motor yang parkir, dirinya tidak pernah sombong dan ketika mobil dan motor tersebut pergi, maka ia pun tidak bersedih," ujar KH Zainuddin MZ dalam memberikan Tausiyah di Masjid Raya Aceh Sepakat.
Ustad sejuta umat ini menggaris bawahi bahwa jika kita dititipkan harta, pangkat dan lainnya, jangan lah pernah sombong karena itu merupakan titipan semata yang diberikan oleh Allah SWT. Dan jika harta, pangkat itu hilang, jangan lah bersedih karena itu merupakan ketentuang dari Nya.
"Apa pun yang dititipkan oleh Allah SWT kita harus bisa menjaganya dengan baik. Titipan tidak bisa kita jadikan untuk bersombong diri dan titipan harus dijaga dengan sebaik mungkin," tegas mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Bintang Reformasi ini.
Dengan menjalankan ibadah suci ramadhan ini, seharusnya memberikan kepekaaan social. Namun kenyataanya, kepekaan social itu lentur dan luntur. "Ada tiga cirri-ciri orang yang dicintai oleh Allah SWT antara lain orang-orang yang gemar membantu orang lain, orang yang rendah hati dan tidak sombong dan terakhir orang yang bertaubat," kata lelaki yang lahir 2 Maret 59 tahun lalu mengakhiri.
Usai memberikan tausiyah singkatnya, DPC Aceh Sepakat Kota Medan memberikan bukaan puasa bubur kanji rumi dan nasi kari kambing kepada jamaah dan orang musafir sebanyak 1.500 orang serta selanjutnya melaksanakan sholat maghrib bersama. "Jumlah orang yang berbuka di masjid kita ini jauh dari perkiraan kita," kata Ketua DPC Aceh Sepakat Kota Medan, Husni Mustafa SE.
Husni juga menjelaskan, Nokia juga ikut ambil andil dalam acara berbuka puasa kali ini dan menurutnya, pihak Nokia memberikan sumbangan sebesar Rp3,5 juta termasuk menghadiri ustad kondang KH Zainuddin MZ.
Usai berbuka puasa dan shalat maghrib bersama, pukul 19.35 Wib rombongan pria yang pernah mengecap pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Dr Hc Universitas Kebangsaan Malaysia langsung berangkat menuju Bandara Polonia Medan untuk kembali ke Jakarta.***mpc-mdn9
| Berikan Komentar |
|
|
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

