Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Warga Batubara Keluhkan Tarif Puskesmas Labuhan Ruku

Medan(MedanPunya.Com) Warga Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara mengeluhkan tarif pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Labuhan Ruku yang dinilai terlalu mahal dan terlalu mempersulit masyarakat.

Warga Dusun III Mesjid Lama, Talawi, Batubara, Nizamuddin (42) mengatakan hal itu kepada wartawan di Medan.

Nizamuddin menjelaskan, pihaknya beserta keluarga membawa ayahnya Amirsyah (75) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Labuhan Ruku, Rabu (20/4) karena kondisinya yang mulai melemah.

Setelah tiba di Puskesmas tersebut sekitar pukul 13.00 WIB, ayahnya diberi infus dan beberapa tablet yang disebutkan untuk menambah tenaga. Sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi ayahnya mulai membaik sehingga pihak keluarga bersepakat untuk membawanya pulang.

Ketika akan membayar biaya perawatan, pihak keluarganya terkejut karena biayanya mencapai Rp150 ribu dan dianggap cukup untuk warga di daerah itu. "mencari duit Rp10 ribu saja susah, apalagi Rp150 ribu," katanya.

Nizamuddin beserta keluarganya berupaya mendekati petugas Puskesmas Labuhan Ruku dan mengaku berasal dari keluarga miskin sehingga meminta keringanan harga.

Namun, kata Nizamuddin, pihak Puskesmas Labuhan Ruku tetap bersikukuh dengan harga itu karena perlunya membayar dokter, biaya perawat, dan administrasi. Disebabkan tidak adanya keringanan harga itu, keluarga Nizamuddin terpaksa menghubungi kerabatnya yang lain untuk meminjamkan uang.

"Masa' Puskesmas semahal ini. Padahal dirawat cuma sebentar, infusnya tidak sampai setengah botol yang terpakai," katanya. Kepala Kamar Puskesmas Labuhan Ruku Salmi yang dihubungi ANTARA mengaku harga tersebut merupakan ketentuan dalam pelayanan di tempat tersebut.

"Ada biaya-biaya yang harus dibayar, seperti administrasi. Biaya ruangan saja Rp40 ribu," katanya. Ketika dimintai untuk memberikan nomor telepon atau dihubungkan dengan Kepala Puskesmas Labuhan Ruku, Salmi tidak tidak bersedia.

"Tidak sembarangan orang bisa punya teleponnya (Kepala Puskesmas Labuhan Ruku)," kata Salmi.

Banyak keluhan Menurut Nizamuddin, pihkanya mendapatkan informasi dari warga sekitar jika banyak warga lain yang mengeluhkan mahalnya biaya perawatan di Puskesmas Labuhan Ruku.

Pihaknya pernah mendengar jika keluhan itu pernah dirasakan Muslim, warga Kampung Jawa, Labuhan Ruku yang membawa anaknya Alfarizi yang berusia tiga tahun untuk berobat di Puskesmas tersebut. "Hanya dirawat tiga jam, sudah kena Rp200 ribu," katanya.

Bahkan, kata Nizamuddin, ada beberapa warga Batubara yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tetapi masih dipungut biaya ketika berobat di Puskesmas Labuhan Ruku. "Gratisnya hanya kamar dan infus, yang lain bayar semua," katanya.***mpc-batubara/ann/Rep1

Berikan Komentar
Tambah
murniati 05:00:10

kasihan sekali warga yang tidak mampu berobat diba yar dengar harga yang mahal.
padahal puskesma labu han ruku tersebut adalah puskesmas negeri mengapa sangat
mahal membayar berobatnya. mohon kiranya ja di perhatian pemerintah daerah. Pak
ok. Tolonglah rakyat miskin. Saya hanya sekedar memperhatikan pe merintah bapak
. Sudah 2 orang anggota bapak masuk rutan salemba. Bapak pilihlah orang0orang y
ang mem iliki hati nurani. dan tempatkan pada posisi sesua i dengan kualipikasi
pendidikannya. Biar batu bara ini memiliki sumber daya manusia yang bagus. Saya
sebagai masyarakat batubara yang sedrhana ini bis a menilai bahwa kondisi peme
rintah saat tidak kond usip mau dibawa kemana batu bara ini.
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: