Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Jembatan Kereta Api di Kabupaten Labura Ambruk

Babussalam(MedanPunya.Com) Jembatan kereta api di Desa Babussalam, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), kini tidak bisa dilalui setelah ambruk diterjang banjir Selasa (1/11).

"Akibat jembatan kereta api di Desa Babussalam ambruk, rute Rantau Prapat-Aek Kanopan dan sebaliknya mulai hari ini ditutup sementara," kata Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumut Hasrie, Rabu (2/11).

Intensitas curah hujan yang relatif tinggi selama sepekan terakhir di Kabupaten Labura menyebabkan air Sungai Milano meluap dan akhirnya merobohkan bangunan jembatan rel kereta api.

Penutupan rute kereta api Rantau Prapat tujuan Aek Kanopan, Kabupaten Labura, diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan.

Petugas teknik PT KAI Sumut kini mulai diterjunkan ke lokasi jembatan ambruk tersebut guna melakukan perbaikan.

Proses perbaikan jembatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Dia mengakui, jembatan kereta api yang ambruk tersebut dipastikan ikut membuat pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menjadi berkurang.

Rute kereta api mulai dari Rantau Prapat, Aek Kanopan hingga Medan selama ini tergolong relatif besar memberi kontribusi bagi pendapatan PT KAI, baik dari penumpang maupun barang.

Terkait dengan kerusakan jembatan di Desa Milano, pihak PT KAI untuk sementara hanya bisa melayani rute penumpang tujuan Medan hingga Kecamatan Aek Kanopan.

Sedangkan bagi penumpang tujuan Rantau Prapat bisa melanjutkan perjalanan dari Aek Kanopan dengan menggunakan bus angkutan umum dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Dari wilayah Rantau Prapat dan sekitarnya, menurut dia, PT KAI Sumut selama ini setiap hari juga melayani pengangkutan minyak sawit mentah atau crude palm oil/CPO tujuan Pelabuhan Belawan Medan.

Selain stasiun Rantau Prapat, kata dia, dari stasiun Aek Kanopan selama ini juga banyak diangkut hasil komodi perkebunan, terutama CPO.

Komoditi andalan ekspor Sumut itu dikirim oleh sejumlah perusahaan perkebunan ke stasiun Aek Kanopan dan selanjutnya diangkut dengan kereta api ke Pelabuhan Belawan Medan.

"Kerusakan jembatan kereta api di Labura jelas membuat pendapatan kami berkurang," ucap dia tanpa merinci estimasi pendapatan PT KAI yang hilang tersebut.***mpc/ann/bs

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: