Stabat(MedanPunya.Com) Setelah lama tidak terdengar, kini petani di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara kembali mengembangkan jeruk pantai buaya.
"Jeruk pantai buaya ini sempat terkenal di tahun 1990-an, karena rasanya yang manis dan buahnya besar-besar," kata Sekretaris Wilayah Kecamatan Besitang Samsul Rizal di Stabat, Selasa (17/1).
Ada beberapa tempat di Besitang yang kini dikembangkan untuk tanaman jeruk ini seperti Desa Sekoci dan desa Pantai Buaya sendiri.
"Sekitar 100 hektare sekarang ini petani disana menanam jeruk pantai buaya ini, dimana warna jeruknya jorok tapi manis rasanya,"katanya.
"Kita juga merasa yakin beberapa tahun mendatang jeruk pantai buaya ini akan kembali terkenal seperti tahun 1990-an,"tambahnya.
Secara terpisah salah seorang petani jeruk pantai buaya, Sunaryo menjelaskan bahwa sekarang ini petani mulai kembali menanam jeruk.
"Saya menanam sekitar 12 hektare, dan hasilnya juga sangat menjanjikan sekali," katanya.
Produksi jeruk pantai buaya ini dijual seharga Rp 12.000 per kilogram.
"Namun bila panen petani jeruk banyak, biasanya petani jeruk menjualnya Rp 7.000 per kilogramnya dan dikirim ke Medan, Jakarta maupun ke Aceh," katanya.
Selain produksi jeruk dari pantai buaya, kata Samsul Rizal menambahkan, sekarang ini masyarakat disana mengembangkan abon ikan, yang berasal dari ikan tenggiri, tongkol, bandeng, yang harga perbungkusnya mencapai Rp 15.000.***mpc/ann/bs