Stabat(MedanPunya.Com) Petani di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini membudidayakan 15.000 batang tanaman gaharu jenis malakesis karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.
"Kita sedang mengembangkan tanama gaharu di berbagai lahan petani di Kecamatan Wampu dan beberapa kecamatan lainnya," kata salah seorang petani gaharu, Arbai di Stabat, Rabu (18/1).
Arbai sendiri mengaku menanam 400 batang pohon gaharu di lahannya yang kini batangnya telah berdiameter empat inchi.
Sementara di lahan-lahan masyarakat lainnya yang pula gaharu yang tumbuh secara alami mencapai 1.500 batang.
Pohon gaharu yang kini dikembangkan petani di empat kecamatan tersebut, juga sudah mulai menghasilkan secara ekonomis.
Buktinya, dirinya sendiri sekarang ini sudah menjual gaharu tersebut, dimana mencapai Rp1,2 juta per kilogramnya.
Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa investor dari China dan Thailand mengaku berminat untuk menanam modal dalam pembudidayaan tanaman gaharu.
"Kita sedang jajaki kerja sama dengan beberapa petani yang mempunyai lahan yang luas untuk bertanam gaharu karena adanya investor yang mau mengembangkannya," kata Arbai.
Ia juga menjelaskan bahwa mamfaat kayu gaharu ini sangat banyak buat kehidupan manusia di antaranya kayunya bisa diolah buat minyak wangi dan minyak untuk terapi kesehatan.
Sedangkan daunnya bisa dimamfaatkan buat pengobatan penyakit seperti gangguan ginjal, rematik, hepatitis, dan kanker.
Tanaman gaharu ini sangat menjanjikan dan memberikan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat karena harganya cukup tinggi di pasaran internasional.***mpc/ann/bs