Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Ratusan Istri Nelayan Jaring Halus Berburu Kerang

Secanggang(MedanPunya.Com) Sekurangnya 300 orang istri nelayan yang berada di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, setiap harinya pergi ke laut untuk berburu kerang laut demi menambah pendapatan keluarga.

"Ada sekitar 300 istri nelayan yang pergi ke laut untuk mencari kerang," kata salah seorang nelayan Jaring Halus Secanggang, Akhyar di Jaring Halus, Selasa (24/1).

Para kaum ibu disini, untuk menambah pendapatan suami mereka, khususnya nelayan tradasionil, mereka mencari kerang baik siang maupun malam hari ke dalam laut, katanya.

Para kaum ibu ini, pergi ke laut secara bersama  sama dengan menaiki boat, dimana satu boat yang ditumpangi terdapat 30 kaum ibu pencari kerang di dalamnya.

Bila mereka pergi pukul 16.00 Wib, maka mereka baru kembali sekitar pukul 01.00 Wib, dan bila mereka berangkat malam hari, maka kembalinya pagi, katanya.

Banyaknya kaum ibu mencari kerang, karena faktor ekonomi, sehinga mencari kerang ini, hanya untuk menambah pendapatan mereka.

Aminah salah seorang pencari kerang yang ditemui menjelaskan bahwa setiap harinya dirinya harus ke laut untuk mencari kerang.

"Kerang yang didapatpun tidak seberapa, sekitar lima kilogram per kaum ibu, setelah mendarat nantinya baru dijual ke pengumpul," katanya.

Kerang yang dicari para istri nelayan tersebut seperti kerang batu, bulu, bulat dan kerang serong, kata Aminah.

Begitu kami naik ke darat setelah empat jam mencari kerang, kerang tersebut dijual ke enampngan, kalau kerang batu bisa dijual seharga Rp 5.000 per kilogram, sedangkan kerang serong dijual seharga Rp 2.500 per kilogram.

Setelah berjam-jam mencari kerang, paling banyak kami membawa uang ke rumah sekitar Rp25.000.

Kehidupan sebagai pencari kerang ini sudah kami jalani bertahun-tahun, karena kam tida punya boat, maklum suami kami hanya sebagai nelayan tradisionil saja, kata Aminah.

Selain itu juga sebagai tambahan penghasilan lainnya, kami mencari ikan cerbung tawar, ataupun ikan kertas.

Ini juga sebagai penambahan pendapatan buat istri nelayan yang ada disini.

Ikan cerbung atau ikan kertas ini, agak lumayan harganya, dimana bisa dijual sekitar Rp 25.000 per kilogramnya.

Setelah kita jemur beberapa hari, baru dijual ke agen pengumpul, dan agen pengumpul inilah yang membawanya untuk di jual pula ke Medan.

Hal yang pasti kehidupan nelayan tradisionil di Jaring Halus ini sangat memprihatinkan, karena kami tidak punya modal, ujar ibu Aminah.

Harapan kami kiranya pemkab Langkat dibawah kepemimpinan Bupati Ngogesa Sitepu, bisa memperhatikan kehidupan nelayan Jaring Halus, terutama nelayan tradisionilnya, katanya.***mpc/ann/bs

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: