Medan(MedanPunya.Com) Badan Urusan Logistik atau Bulog Sumatera Utara mengakui harga jual beras impor naik menjadi Rp7.100 - Rp7.200 per kg dari Rp6.150 per kg sebelumnya mengikuti harga impor.
"Diakui beras impor yang dijual ke pasar Sumut sudah naik mengikuti harga impor, tetapi Bulog tetap jual beras premium itu ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengisi pasar," kata Kepala Bulog Sumut, Nasrun Rahmani.
Meski beras impor yang dijual Bulog ke pengusaha atau distributor itu sudah naik, tetapi harga jualnya masih jauh di bawah harga beras lokal yang terus menguat di pasar.
"Bulog memang harus mempertahankan harga jual di bawah harga beras lokal.Distributor yang menebus ke Bulog memang harusnya bisa menjual di bawah harga beras lokal karena harga tebus masih di kisaran Rp7.100 -Rp7.200 per kg ," katanya.
Bulog bukan hanya bertugas menjaga ketahanan stok dan termasuk mengisi beras di pasar.
Jadi selain menyalurkan beras untuk warga miskin dan memasok beras saat ada bencana alam, Bulog juga melakukan operasi pasar dan penjualan beras premium di pasar, katanya.
Stok beras Sumut masih cukup banyak sehingga selain bisa memenuhi kebutuhan rutin juga bisa untuk menjual ke pasar dan termasuk operasi pasar (OP) ke daerah yang memerlukannya, Humas Bulog Sumut, Rusli menambahkan, Bulog sejak akhir 2010 hingga awal Januari 2012 sudah mendapat alokasi beras impor sebanyak 373.525 ton.
Dia menegaskan, ketahanan pangan utama memang menjadi prioritas pemerintah karena cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada kemungkinan terjadinya kegagalan panen atau penurunan produksi dperkirakan masih sangat besar kemungkinan terjadi lagi tahun ini.
Pedagang sembilan bahan pokok di Pusat Pasar Medan, Acai, mengatakan, harga beras di pasar terus naik atau sudah mencapai Rp7.500-Rp7.700 per kg.
Harga beras lokal, kata dia, sedikit lebih mahal dari harga beras premium yang dijual distributor hasil penebusan dari Bulog, katanya.
Harga beras diperkirakan masih akan naik hingga pertengahan Februari karena sejumlah sentra produksi di Sumut rata-rata baru memasuki masa panen di akhir Februari.
"Kenaikan harga juga dipicu semakin ketatnya pasokan dari Aceh yang selama ini merupakan andalan Sumut," katanya.***mpc/ann/bs
| Berikan Komentar |
|

