Jakarta(MedanPunya.Com) Sistem bongkar muat kapal untuk komoditas yang masih konvensional, alias sistem curah, membuat biaya logistik melambung. Untuk itu diperlukan packing plant (tempat pengepakan) agar biaya bisa ditekan.
"Semua (komoditas) masih menggunakan sistem (bongkar muatan yang) konvensial," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (14/2).
Menurut dia, komoditas yang bongkar muatannya sudah bagus adalah semen. Semen Tonasa sekarang ini dibongkat muat dari kapal dengan bentuk curah di kawasan Papua. Dengan bentuk curah maka infrastruktur packing plant dibutuhkan untuk mengemas kembali semen curah dalam bentuk kemasan. Namun, kata Natsir, baru komoditas semen aja yang seperti itu.
Ke depan, komoditas pangan seperti beras pun harus mengikuti cara itu demi menekan biaya logistik. Selain biaya logistik, waktu antre kapal untuk bongkar muatan pun bisa lebih cepat. "Karena antrean kapal membuat daya saing pelabuhan jadi rendah," tambahnya.
Oleh sebab itu, Natsir berharap pemerintah mau memodernisasi infrastruktur di pelabuhan termasuk pelabuhannya, sehingga waktu bongkat muatan kapal tidak lama. "Dengan sistem packing plant maka biaya komoditas bisa ditekan hingga 50 persen," pungkasnya.***kps/mpc/bs
| Berikan Komentar |
|

