Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kuta Rakyat, Sastrawan Ginting yang dihubungi wartawan dari Medan, Jumat (3/9), menyebutkan, evakuasi terhadap warga di pagi itu dilakukan untuk menyelamatkan mereka dari hal-hal yang tidak diingini.
Menurut Ginting, evakuasi tersebut dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB, dangan menggunakan beberapa unit mobil milik Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dibawa ke beberapa tempat penampungan sementara.
Evakuasi itu dilakukan mengingat Gunung Sinabung itu dalam keadaan berbahaya dan masyarakat perlu selalu waspada.
Warga yang terpaksa dipindahkan oleh petugas itu, bagi mereka yang tinggal di atas radius 6 kilomter dari lereng Gunung Sinabung, walau sebenarnya penduduk tersebut tidak terlalu berbahaya.
"Pengungsi yang pulang ke rumah juga ada yang dievakusi, dan termasuk warga Desa Kuta Rakyat yang mencapai ratusan orang jumlahnya. Warga pulang ke rumah untuk mengurus lahan pertanian yang sudah lama mereka tinggalkan," kata koordinator keamanan Desa Kuta Rakyat itu.
Sebelum Gunung Sinabung itu memuntahkan asap tebal yang bercampur dengan debu vulkanik, lebih dahulu terjadi gempa selama tiga menit. "Gempa tersebut dirasakan cukup kuat bagi masyarakat yang tinggal di Kabanjahe atau sekitar lebih kurang 25 km arah Utara Gunung Sinabung itu," katanya.
Sebelumnya, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian mencapai 2.640 meter di atas permukaan laut itu, pertama sekali meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Minggu (29/8) sekitar pukul 00.08 WIB.
Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung itu, juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan. Partikel belerang itu juga menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermunkim di kaki Gunung Sinabung tersebut.
Letusan Gunung Sinabung kedua terjadi Senin (30/8) sekitar 06.30 WIB dan juga mengeluarkan asap tebal bercampur debu vulkanik, serta gempa selama tiga menit. Gunung Sinabung itu menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara atau berjarak lebih kurang 110 kilometer arah barat Kota Medan.***mpc-medan/ann/Rep1
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih




