Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Singapura Impor Sayur dari Brastagi

Brastagi(MedanPunya.Com) Puluhan petani sayuran di Kabupaten Karo, yang mengelola lahan pertanian sekitar 20 hektar mendapatkan kepastian pasar produk sayuran yang mereka budidayakan. Kepastian pasar diperoleh setelah ada kerjasama pemasaran antara petani dengan eksportir sayur ke Singapura.

Hal itu terungkap saat kunjungan lapangan Menteri Pertanian Suswono ke lokasi sayur ekspor hasil kerjasama petani dengan eksportir, PT Hortijaya Lestari, Rabu (2/3/2011) di Brastagi.

Suswono menyatakan, kerjasama pemasaran ini merupakan langkah positif untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani. Selama ini harga sayuran fluktuatif dan tidak menguntungkan petani. "Ini upaya terbosan pasar dari pemerintah untuk menjaga harga supaya stabil," kata Suswono yang juga menegaskan pentingnya menjaga pasar lokal dari produk impor.

Bijak Ginting (42), petani sayuran anggota Kelompok Tani Matahari di Desa Rumah Brastagi-Ujung Aji, Kabupaten Karo mengungkapkan, sebelum ada kerja sama dengan eksportir petani kesulitan mendapatkan pasar.

Harga sayur tidak stabil akibat permintaan pasar lokal yang kadang tak pasti. Dengan adanya kerja sama ini, pasar sudah jelas. Petani bisa tenang berproduksi dan tinggal mengutamakan kualitas.

Pihak eksportir sendiri membeli sayur seperti peleng dengan harga kontrak Rp 4.500 per kilogram. Bijak menyatakan, untuk setengah hektar lahan bisa menghasilkan peleng hingga 10 ton. Benih yang dibutuhkan 2,5 kilogram yang dibeli dari pihak eksportir seharga Rp 85.000 per 250 gram. Bijak sendiri memiliki lahan 1 hektar, dan akan ditanam peleng semua.

Agusta Kemit (40), petani sayur anggota Mitra Tani Horti Jaya di Desa Ajijulu, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo menyatakan, dalam kerja sama ini ia menanam sayuran 4.000 meter persegi. Salah satunya sayuran peleng. Tanaman peleng bisa panen 40 hari sekali. Produksinya juga tinggi, bisa 700 kilogram per 400 meter persegi. "Yang paling utama bagi kami adalah adanya kepastian pasar," katanya.

Selama ini, petani menjual produk sayuran ke pasar lokal. Harganya fluktuatif. Kadang Rp 3.500 per kg kadang Rp 6.000. "Dengan sistem kerja sama dengan eksportir, pasar menjadi lebih jelas dan harga stabil," katanya.

Menurut rencanan para petani akan melakukan penandatanganan kontrak dagang pemasaran sayuran untuk ekspor ke Singapura antara Gabungan Kelompok Tani Mitra Tani Lestari di Kabupaten Karo dengan PT Hortijaya Lestari. Juga Gapoktan Dolok Meriah di Kabupaten Simalungun dan Gapoktan Maju Bersama dengan PT Alamanda Sejati Utama. Penandatanganan kontrak akan disaksikan Menteri Pertanian Suswono.***kps/Rep1/bs

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: