Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Kerusakan Jalan Medan - Dairi Makin Parah

Dairi(MedanPunya.Com) Kerusakan sebagian besar badan jalan lintas tengah Sumatera mulai dari Kota Medan hingga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kian parah dan kerap dikeluhkan para pengguna jalur transportasi darat di wilayah itu.

Kondisi badan jalan berlubang dan bergelombang banyak ditemukan di sekitar Kabupaten Deli Serdang, Karo dan Dairi, sehingga jalur sepanjang 165 kilometer itu dalam kecepatan normal membutuhkan waktu tempuh minimal sekitar enam jam, demikian wartawan meloporkan dari Dairi.

Beberapa titik badan jalan yang rusak parah, antara lain di sekitar Kecamatan Pancur Batu dan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Di Kabupaten Karo, kondisi kerusakan badan jalan juga cukup memprihatinkan, antara lain di Kecamatan Berastagi, Tiga Binanga dan Merek.

Pemadangan serupa juga terlihat di sekitar Kabupaten Dairi, di antaranya di Kecamatan Sumbul dan Sitinjo. Para pengemudi kendaraan bermotor cukup sulit untuk bisa mempercepat laju kendaraan mereka hingga mencapai 70 kilo meter per jam, karena jarak antara badan jalan yang berlubang relatif pendek.

Bahkan, tidak sedikit kendaraan mobil pribadi dan truk sengaja melintas jalan tanah yang berada di sisi kiri dan kanan badan jalan yang rusak, untuk menghindar dari kepungan lubang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo, Siti Aminah Perangin-angin mengaku prihatin dengan kondisi badan jalan yang semakin parah di wilayahnya.

"Bagaimana laju perekonomian rakyat di daerah ini bisa berjalan dengan baik, sementara kondisi sebagian badan jalan rusak dan lamban diperbaiki," ucapnya pada acara rapat paripurna istimewa DPRD Karo dengan agenda utama pelantikan BUpati dan Wakil Bupati Karo periode 2011-2016 Kena Ukur Surbakti-Terkelin Brahmana di Kabanjahe, Jumat.

Beberapa sopir angkutan umum trayek Medan-Dairi menyebutkan, kerusakan jalan mulai dari perbatasan Medan hingga Kabupaten Dairi sudah terjadi sejak sekitar tiga tahun lalu dan nyaris belum ada upaya perbaikan secara permanen dari instansi pemerintah terkait.

"Jalan dari Medan hingga Dairi sudah tiga tahun lebih rusak, tetapi hingga sekarang ini belum juga diperbaiki," kata Sahat Marbun, pengemudi salah satu perusahaan bus trayek Medan-Dairi.

Pada saat turun hujan, lanjut dia, kondisi sebagian jalan yang berlubang tersebut digenangi air dan bahkan mirip kolam mini. Sementara, saat musim panas di sekitar jalan rusak itu disesaki oleh debu, karena aspal yang melapisi badan jalan sudah terkelupas.

Dia memperkirakan, jalan yang rusak di sepanjang jalur Medan-Dairi bakal semakin parah dan bertambah panjang bila tidak segera dilakukan perbaikan secara permanen.***mpc-dairi/ann/Rep1



Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: