Staf Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi Edy Pandiangan, SH mengatakan, di Kabupaten Dairi ada terdapat sejumlah kawasan wisata yang cukup starategis, di antaranya keindahan danau Toba di Kecamatan Silalahi Sabungan, dan TWI Kecamatan Sitinjo.
“Namun untuk saat ini yang menjadi andalan Pemkab Dairi adalah TWI Sitinjo yang merupakan tempat kunjungan wisata rohani di Kabupaten Dairi,” kata Edy kepada MedanPunya.Com.
Edi mengungkapkan panorama yang terdapat di TWI Sitinjo cukup menawan dan penuh nuansa religius. Rancangan tata ruang dalam pembangunan TWI itu, diatur secara sempurna. Bukit-bukit yang semula tertutup hutan, saat ini tengah berdiri bangunan-bangunan ibadah berbagai agama.
Edi menjelaskan lagi, mulai dari pintu masuk para wisatawan akan disuguhkan bagunan Vihara, Greja oikumene, Kuil, dan Mesjid. Selain bagunan tersebut, sejumlah miniatur juga dibangun yang menggambarkan beberapa kejadian dan tempat yang dianggap suci oleh beberapa agama.
“Seperti Patung Sang Budha, patung Nabi Musa saat menerima 10 perintah dari Tuhan sebagaimana dikisahkan di Alkitab, patung Bunda Maria, dan sebuah miniatur Ka’bah seperti yang terdapat di Mekkah,” jelasnya.
Dia menambahkan, TWI Sitonjo, tidak hanya dipenuhi bangunan-bangunan peribadatan bagi umat beragama. Tapi juga dihiasi dengan beberapa keindahan panorama alam dan barisan hutan pinus yang begitu rindang.
selain itu, Pemkab Dairi juga memperkenalkan keindahan Danau Silalahi yang terletak di Desa Silalahi, Kecamatan Silalahi sabungan, Kabupaten Dairi. Danau yang merupakan bagian dari Danau Toba itu, memiliki harapan pantai yang sangat indah dan desa di sekitarnya menyimpan banyak cerita khas serta legenda-legenda Batak.
“Tidak hanya itu, di Kecamatan Silalahi Sabungan juga kaya akan hasil ikan tawar (ikan mas dan mujair) dan lezatnya melebihi ikan sejenis dari Vietnam dan Thailand. Sehingga melalui perkenalan di PRSU ini, mudah-mudahan kunjungan wisata ke Dairi bisa lebih meningkat,” harapnya.***Rep2
| Berikan Komentar |
|
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

