Mon21052012

Last update04:17:15 AM GMT

Penjagaan Kantor Bupati Aceh Utara Diperketat

Lhokseumawe(MedanPunya.Com) Kantor Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, kini dijaga ketat, pascaaksi teror bom, Jumat (9/12), dalam upaya menghindari kemungkinan hal serupa terjadi lagi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Utara Bahrumsyah di Lhokseumawe, Sabtu (10/12), mengatakan, upaya memperketat penjagaan ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya aksi kejahatan serupa terulang kembali.

Dikatakan, pengawasan yang dilakukan dengan memeriksa seluruh kenderaan dan tamu yang memasuki areal kantor, khususnya bagi tamu yang menggunakan kenderaan mobil dengan kaca gelap.

Menurut Bahrumsyah, bagi tamu yang menggunakan kenderaan mobil kaca gelap diminta untuk menurunkan kaca pintu, serta menanyakan apa keperluan disamping juga memantau setiap gerak gerik tamu-tamu yang mencurigakan.

Aksi teror bom yang sempat mengejutkan warga Kota Lhokseumawe, khususnya para pegawai di lingkungan kantor bupati, sepertinya sudah direncanakan karena dilakukan pada saat jam istirahat khususnya para pegawai pria sedang pergi melakukan ibadah shalat Jumat.

Ia menyatakan, pelaku tampaknya sudah mengamati dan mengintai sebelumnya kapan saatnya situasi kantor dalam keadaan sepi, sehingga ia dengan mudah mewujudkan niat jahatnya itu.

Dikatakan, untuk pengamaman lingkungan kantor bupati, fihaknya menempatkan petugas di tiga titik pos pengamanan, masing-masing pos utama di pintu gerbang masuk, di depan ruang kerja bupati dan ruang kerja Sekda.

Masing-masing pos pengamanan ditempatkan petugas antara dua hingga lima orang, dengan masing-masingnya bertugas secara bergilir selama delapan jam.

Lebih jauh Bahrumsyah mengemukakan, Satpol PP saat ini memiliki 216 petugas, dan 100 di antaranya bertugas di lima titik pos pengamanan setiap harinya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo, menyatakan paket yang sebelumnya diduga bom itu ternyata berisi beberapa biji batu bata.

"Setelah diamankan tim penjinak bom dan dibawa tim ke markas Brimob Polri Kompi-4 Jeulikat, ternyata didalamnya berisi batu bata yang dibalut dengan lakban yang dirangkai kabel," katanya.

Gustav Leo menjelaskan, Polri tetap akan mengusut kasus teror untuk menemukan pelaku karena perbuatannya telah menganggu ketenangan penduduk khususnya di Kota Lhokseumawe.

"Kita tetap akan melacak untuk menemukan pelakunya karena itu adalah tindakan menakut-nakuti masyarakat," katanya menambahkan.***mpc/ann/bs

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: