Manokwari(MedanPunya.Com) Sekitar 40.000 penduduk dewasa di Manokwari, Papua Barat, masih belum memiliki kartu tanda penduduk atau KTP. Jauhnya dan sarana transportasi yang minim mengakibatkan mengurus KTP menjadi lebih mahal.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manokwari, Lukas Ringan mengatakan, Senin (19/12), jumlah penduduk yang sudah ber-KTP adalah 68 persen dari jumlah penduduk dewasanya berkisar 150.000 jiwa.
Demikian yang memiliki kartu keluarga juga berkisara 60 persen. Masih banyaknya penduduk Manokwari yang belum punya KTP karena kartu ini belum dianggap penting.
"Masyarakat akan membuat KTP jika ada kepentingan. Seperti menikah, membuat SIM, atau bepergian," kata Lukas.
Penyebab lain adalah minimnya sarana transportasi dari distrik pedalaman ke pusat kota. Pembuatan KTP hanya boleh dilakukan sendiri oleh penduduknya dan dilakukan di Kantor Disdukcapil.
Biaya administrasi yang dibayarkan seharusnya Rp 10.000 per orang, jadi mahal karena sewa atau naik angkutan dari pedalaman seharga Rp 80.000 sampai Rp 150.000 per orang, sekali jalan.
"Harga urus KTP jadinya lebih mahal dari pada ngurus SIP yang berkisar Rp 400.000 saja. Itu karena harus naik mobil ke kota lebih dulu," ujarnya.
Upaya jemput bola, atau pembuatan KTP masal di distrik dan kampung-kampung, tidak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, anggaran jemput bola tidak ada, sehingga petugas tak ada yang turun ke lapangan.
Mengandalkan petugas di tiap distrik, juga tak mungkin. Hanya tiga dari 25 distrik yang cukup sering membuat KTP kolektif. Mereka ke kota jika sudah banyak yang mendaftar membuat KTP.***kps/mpc/bs
Foto: Ilustrasi