Bengkulu(MedanPunya.Com) Direktur Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Bina Arya Bukit menyatakan penderita autis di Bengkulu per harinya berobat dan konsultasi mencapai 10 orang per hari.
"Dari hasil laporan anak buah saya di bagian terapi autis setidaknya terdapat 10 pasien autis mendatangi bagian itu untuk berobat atau konsultasi setiap harinya," Katanya, Rabu (21/12).
Menurut dia, terapi autis merupakan salah satu andalan pelayanan yang disiapkan RSJO Soeprapto dengan tenaga kesehatan dan terapis berkualitas.
Ke depan pihaknya akan meningkatkan pelayanan terapi autis dan memperbaiki sejumlah sarana pendukung terapi autis dan ruangan untuk belajar.
Istilah autis mulai diperkenalkan oleh Leo Kanner pada 1943.
Autis berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Artinya, penyandang autisme asyik dan seakan-akan berada dalam dunianya sendiri.
Autisme merupakan gangguan proses perkembangan yang ditandai dengan keterlambatan perkembangan kognitif, konsentrasi, perilaku, bahasa, motorik, sosial, dan emosi.
Anak autis akan sulit melakukan kontak mata dengan orang lain. Mereka lebih tertarik pada benda daripada manusia. Maka, tidak mengherankan melihat anak autis asyik dengan mainannya daripada ikut bermain dengan teman atau keluarganya.
Beberapa anak autis mempunyai perilaku mengoceh, ekolali (membeo atau meniru ucapan orang lain), melakukan gerakan motorik yang berulang-ulang (misalnya mengepak-ngepakkan tangan), menyakiti diri sendiri, atau bahkan menyakiti orang lain.
Sebagian juga mempunyai minat dan kegiatan yang monoton dan hiperaktif (tidak bisa duduk dengan tenang).
Metode pengobatan bisa dilakukan dengan terapi prilaku, terapi yang dilaksanakan untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan perilaku anak yang terhambat dan mengurangi perilaku yang tidak wajar, kemudian menggantikannya dengan perilaku yang bisa diterima masyarakat.
Peran serta orangtua dan masyarakat sangat berpengaruh untuk mendapatkan hasil maksimal. harus ada kerja sama yang harmonis antara terapis dan orangtua. Jika anak hanya diberi program atau materi terapi di tempat terapi, sedangkan di rumah tidak diterapkan, upaya itu dipastikan tidak akan berhasil.***mpc/ann/bs