Banda Aceh(MedanPunya.Com) Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat minta dilibatkan berperan aktif untuk membantu aparatur penegak hukum dalam pengungkapan kasus kekerasan bersenjata yang terjadi beberapa pekan terakhir di Aceh.
Juru Bicara KPA Pusat Muklis Abee di Banda Aceh, Jumat (6/1), demi tetap terwujudnya perdamaian di Aceh, KPA siap dilibatkan dan berperan aktif untuk mendukung Polri dalam pengungkapan insiden penembakan yang menyebabkan hilangnya nyawa warga.
Dijelaskannya, KPA mendukung penegakan hukum sesuai dengan instruksi pimpinan KPA Pusat Muzakir Manaf.
"Kami akan bekerja membantu Polri untuk menuntaskan kasus ini agar terciptanya kembali rasa aman di masyarakat," tukasnya.
Untuk itu, KPA meminta kepada semua pihak untuk tidak berpolemik dan menduga-duga terhadap motif pelaku atas insiden penembakan masyarakat tersebut.
"Mari kita beri ruang kepada Polri untuk bertindak dalam pengungkapan kasus ini, karena dengan terungkapnya kasus ini akan meminimalisir kriminal yang `membonceng? memanasnya suhu politik di Aceh," jelasnya.
Muklis Abee optimis bahwa Polri akan berhasil mengungkap kasus dan insiden kekerasan bersenjata di Aceh.
"Polri sudah berpengalaman dan memiliki ilmu dalam pengungkapan kasus-kasus serupa, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak percaya pada institusi kepolisian," ujarnya.
KPA juga meminta kepada seluruh masyarakat dan elemen sipil untuk tidak menghujat dan memandang bahwa aparatur kepolisian Aceh tidak mampu menyelidiki insiden tersebut.
"Mari kita dukung dan berikan kesempatan kepada Polri, jikapun kemudian tidak membantu, hendaklah kita tidak memperkeruh suasana dengan pernyataan-pernyataan yang membuat bingung masyarakat," pintanya.
Oleh karena itu, KPA mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh, untuk bersatu padu untuk melawan setiap tindakan pihak-pihak tertentu sebagai bagian dari upaya merusak perdamaian Aceh dan meminta agar tidak untuk percaya terhadap isu yang menyesatkan yang bertujuan menciptakan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.
"Tujuan dari pelaku hanya ingin merusak kenyamanan kita dalam bermasyarakat, jadi untuk itu kita harus saling bekerjasama untuk melawan," tuturnya.
"Dan kita juga harus melindungi dan memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita yang berasal dari luar Aceh," kata Muklis Abee.***mpc/ann/bs