Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

Pilkada Putaran II, Pekerja Media Diharapkan Netral

Medan(MedanPunya.Com) Menjelang pelaksanaan Pemilukada Kota Medan putaran kedua, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan mengajak seluruh pekerja media maupun perusahaan media massa di Kota Medan bersikap independen dan netral dalam pemberitaan atas para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan priode 2010-2015.

"Dari hasil penelitian dilakukan AJI Medan, selama April 2010 ini, sejumlah media elektronik dan cetak tidak memberikan porsi yang sama terhadap pemberitaan para calon Walikota Medan periode 2010-2015," kata
Ketua AJI Medan, Rika Yoesz kepada wartawan. "Kita melihat berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat  perbedaan yang cukup mencolok, bahwa media lebih banyak memberikan porsi berita kepada pasangan calon walikota tertentu," ujarnya.

Rika mengungkapkan, pasangan yang paling banyak mendapatkan porsi pemberitaan adalah Rahudman - Dzulmi Eldin, dengan luas pemberitaan 54.884 cm2 atau 26,95%. Diikuti dengan pasangan Ajib-Binsar 37.221 cm2 atau 18,28% dan Sofyan Tan-Nelly sebanyak 27.437 cm2 atau 13,47%. Pasangan yang paling sedikit mendapatkan porsi pemberitaan adalah Prof Arif - Supratikno dengan luas hanya 1.130 cm2 atau 0,55%.

Rika menilai, media lebih banyak menyuguhkan berita-berita positif tentang kegiatan calon Walikota, maupun tentang sosok/profil calon walikota. "Dari hasil analisis selama satu bulan berita di sepuluh Media, keseluruhan berita seluas 203.585 cm2, terdapat 198.612 cm2 berita positif atau 97,56%. Sedangkan berita negatif hanya 4.973 atau 2,44%," ungkapnya.

Sedangkan pemberitaan negatif sendiri, kata Rika, calon pasangan yang paling banyak mendapatkan porsi pemberitaan negatif adalah Ajib-Binsar sebanyak 1.330 cm2 atau 0,65%. Parahnya lagi, ada empat pasangan yang sama sekali tidak pernah memiliki berita negatif yaitu Indra - Delyuzar, Joko - Mirza, Prof Arif - Supratikno dan Maulana - Arif.

Keberpihakan media terhadap salah satu pasangan calon, kata Rika, cukup transparan. Kecenderungan keberpihakan ini terlihat dari dominasi salah satu pasangan dalam pemberitaan yang terbit tiap harinya.

"Dari sepuluh Media yang diteliti, terlihat ada media mendominasi berita-berita pasangan Ajib-Binsar dan Sofyan Tan-Nelly, ada juga media yang mendominasi pasangan Ajib - Binsar dan Rahudman - Dzulmi Eldin. Bahkan ada media cenderung pada pasangan Rahudman-Eldin. Jelasnya, hampir semua media lebih cenderung memberikan porsi berita yang cukup besar kepada Rahudman - Eldin.

Satu hal yang paling menarik dari analisis berita ini, Rika mengemukakan, adanya pemberitaan yang disuguhkan cenderung sama antara media satu dengan yang lainnya. Baik dalam pemilihan judul, lead, isi berita bahkan gambar. "Sepertinya berita itu adalah titipan dari calon kandidat atau tim kampanye yang disampaikan kepada Media, sehingga isi berita satu Media cenderung sama dengan Media lain," jelasnya.

Rika menilai, seharusnya media dapat memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, dengan menyajikan pemberitaan positif dan negatif secara berimbang. Bukan menjadi alat bagi para calon pasangan untuk mempengaruhi pembaca dan membuat opini publik secara berlebihan. "Media seharusnya tampil lebih netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan secara vulgar," ujarnya.

"Kita ini adalah awak-awak media yang mengemban tugas mencerdaskan bangsa melalui pemberitaan yang dilakukan. Bukan sebagai alat untuk menjerumuskan bangsa kita sendiri dengan cara-cara keberpihakan yang vulgar," ujar Rika.***Rep1





Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: