Sebab, jika masyarakat memilih calon Walikota dengan alasan kedekatan etnis maupun agama, belum tentu membuat kesejahteraan masyarakat akan terangkat dan membawa Medan lebih baik kedepannya. Lagipula itu bukanlah sifat yang mencerminkan kedewasaan dalam memilih salah satu pasang calon.
"Jangan pilih Sofyan Tan atau Rahudman hanya karena kedekatan etnik dan kekerabatan atau faktor-faktor non-substansial lainnya yang bisa membuat Pemilukada tidak mencerminkandemokrasi yang baik. Kesejahteraan, rasa aman dan nyaman, keadilan dan kepastian hidup harusnya yang dijadikan tolak ukur untuk memilih pasangan calon yang layak untuk lima tahun kedepan," tegas Ketua Badan Koordinator Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut, Syamsir Pohan.
Syamsir mengatakan, masyarakat Kota Medan harus bisa menentukan pilihan dengan mempertimbangkan visi dan integritas calon wali kota dan wakilnya bukan ajakan-ajakan dari orang yang menginginkan satu pasangan calon menang dengan cara menjelek-jelekkan pasangan lain.
Karena pencapaian pembangunan dan perbaikan hidup masyarakat Medan ditentukan oleh kualitas Pemilukada tersebut. Untuk itu, pemilih perlu secara sadar dan serius merenungi nasib Kota Medan yang jauh dari sebutan kota metropolitan dan masyarakat sejahtera, tambahnya.
Pertimbangan kemajuan dan perubahan nasib ke arah yang lebih baik dan layak, itu yang dijadikan alasan untuk memilih yang terbaik buat Kota Medan kedepannya, terangnya. Kota Medan selama ini cenderung tidak mengalami perubahan signifikan 10 tahun terakhir. Perubahan yang terjadi hanya bertambahnya hotel berbintang lima, plaza, mega mall, properti elite yang tidak berimplikasi pada peningkatan perekonomian rakyat secara merata, keluhnya.
"Kemegahan kota hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat Kota Medan," sementara masyarakat dibawah garis kemiskinan tidak bisa menikmati fasilitas itu semua, apakah itu pemerataan? Jadi harus dilihat pemimpin mana yang bisa adil buat masyarakat Kota Medan kedepannya," ujarnya.
Masih menurut Syamsir, Medan butuh penyegaran pola kepemimpinan yang beriorentasi pada perubahan menuju perbaikan yang selaras. Masyarakat harus menyadari mana yang terbaik untuk dipilih dan keluar dari pemikiran primordial.
Sekali lagi saya menyerukan kepada masyarakat, jangan memilih calon Walikota Medan berdasarkan agama dan etnis saja, karena itu belum tentu bisa membuat Kota Medan lebih baik kedepannya, lihatlah dari integritas pasangan calon dan sepak terjang pasangan calon, pungkasnya.***mpc-mdn3
Foto: Dok.
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

