"Demokrasi bisa produktif bila mekanisme demokrasi dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang berkualitas, tidak dikotori oleh hal-hal yang anti demokrasi dan tidak ternodai oleh faktor-faktor yang tidak substansi," demikian diungkapkan Ketua Umum Badan Koordinator Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara, Syamsir Pohan melalui siaran persnya kepada MedanPunya.Com pagi tadi.
Syamsir menilai, demokrasi harus makin melembagakan budaya para pelakukanya pada ketaatan hukum yang bersih dan adil. Bukan sebaliknya, menyuburkan politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan.
Demokrasi, masih kata Syamsir, juga harus makin meningkatkan kohesi masyarakat, bukan malah meningkatkan friksi, perpecahan dan konflik yang berakibat pada demokrasi yang kurang produktif. Penyelenggara demokrasi, pengawas demokrasi dan pelaku demokrasisi menjadi fakor penentu bagi terciptanya demokrasi yang produktif.
"Kita semua adalah faktor penentu bagi terciptanya demokrasi yang produktif. Melalui pilkada, mari sama-sama kita berpartisipasi untuk menciptakan suasana demokrasi yang harmonis," ungkapnya.
Pilihan boleh berbeda, persatuan tetap dijaga. Ungakapn tersebut memang sangat sederhana memang, tapi acapkali masyarakat mengabaikan semangat yang terkandung di dalamnya.
"Siapa pun kita, mari sama-sama menggunakan hak suara sesuai dengan hati nurani dan atas dasar tanggung jawab untuk memajukan kehidupan bangsa. Semoga pilkada kita produktif dan suara kita tidak hanya berbuah perpecahan dan pertikaian," Syamsir mengakhiri.***Rel/Rep1
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

