Toba Samosir - Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan 1 berlokasi di Pintupohan Meranti Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, siap menyalurkan listrik dan masuk ke dalam sistem Perusahaan Listrik Negara untuk membantu mengatasi krisis energi listrik di daerah tersebut.
"Untuk pengembangan dan pengoperasian pembangkit tenaga air sebesar 2x90 MW di Sungai Asahan ini, dilaksanakan oleh PT Bajradaya Sentra Nusa (BDSN)," kata salah seorang Manajer BDSN, Zevrin Harahap di Balige, Sabtu (22/1).
Ia mengatakan, hingga saat ini hanya Pembangkit Listrik Tenaga Air(PLTA) Asahan 1 yang siap menyalurkannya, karena proyek ini merupakan pembangkit listrik berkapasitas besar yang dikelola oleh sektor swasta. Pemerintah Indonesia telah memberikan hak pembangunan PLTA ini kepada BDSN.
Menurut dia, PLTA berjenis "run-off-river" ini tidak menimbulkan dampak lingkungan, karena tidak menggunakan bahan bakar fosil. Tetapi, memakai air dalam proses pembangkitan listrik dari air Danau Toba yang mengalir ke Sungai Asahan melalui bendungan pengatur.
"Proyek ini telah dimulai sejak Desember 2006, telah menyalurkan energi listrik ke jaringan transmisi tegangan tinggi PLN pada bulan Juni 2010," ujar Zevrin. Desain tekniknya telah disiapkan PT.PLN (Pesero) atas pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC)
Dikatakannya, BDSN merupakan pengembang listrik swasta yang terikat perjanjian dengan PT PLN melalui "Power Purchase Agreement" (PPA) untuk membantu perusahaan ini dalam penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum, terutama di daerah Sumatera bagian Utara.***mpc-tobasa/ann/Rep1