Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

Partai Demokrat "Menjilat Ludah" Kembali

Adalah seorang Achsanul Kosasih, anggota Pansus Century dari Partai Demokrat, yang sempat mengeluarkan pernyataan berbeda 180 derajat, hanya dalam tempo tiga hari saja. Pernyataan kontradiktif yang seyogyanya tidak pantas keluar dari mulut Achsanul Kosasih, seorang anggota DPR yang terhormat dan paling diandalkan Partai Demokrat didalam Pansus Century.

Kronologisnya begini. Pada Selasa(26/1) atau 2 hari sebelum aksi massa 100 hari pemerintahan SBY-Budiono, Achsanul menegaskan bahwa Ketua KSSK Sri Mulyani dan para anggotanya paling bertanggung jawab atas penggelontoran dana Bailout Bank Century sebesar Rp.6,7 triliun. Pernyataannya itu sekaligus untuk menghempang tudingan bahwa Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, terlibat dalam kasus Century.

Dalam pernyataan 26 Januari itu, jelas ada kesan Achsanul ataupun anggota Pansus asal Partai Demokrat ingin menyelamatkan posisi SBY dan menjatuhkan kesalahan ke pundak Sri Mulyani. Namun setelah aksi unjukrasa 28 Januari berlangsung relatif aman, yang sebelumnya dikhawatirkan rusuh dan menjadi momentum pemakzulkan Presiden SBY dan Wapres Boediono, Achsanul kembali mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif.

Achsanul Kosasih, seusai rapat konsultasi Pansus dengan pimpinan sejumlah lembaga tinggi negara, di Gedung DPR Jumat(29/1) mengatakan, tidak ada yang salah dan tindakan yang dilakukan Sri Mulyani sudah tepat dengan memberikan Penyertaan Modal Sementara.

Bahkan, katanya, krisis ekonomi akhir 2008 lalu, tidak berlanjut dan tidak ada bank yang ditutup. Begitu juga tentang adanya perubahan Peraturan Bank Indonesia (PBI), yang dilakukan Boediono ketika masih menjabat sebagai Gubernur BI ketika itu.

Alhasil, Partai Demokrat tetap berkeras bahwa dalam kasus 'Bailout' Bank Century tidak ada yang bisa dipersalahkan baik Sri Mulyani, Boediono apalagi SBY. Jika ada, menurut Achsanul adalah penyimpangan secara administratif semata, dan itu wajar jika dalam kondisi darurat.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa Achsanul dalam hal ini Partai Demokrat berani mengeluarkan pernyataan bahwa Sri Mulyani paling bertanggung jawab (bersalah.red) atas kasus Century, Selasa (26/1)? Kemudian berselang tiga hari, Jumat (29/1) keluar lagi pernyataan Achsanul bahwa tindakan Sri Mulyani dan Boediono sudah benar dan sesuai prosedur disaat kondisi ekonomi darurat?

Ada pendapat yang menyatakan, pernyataan pertama bertujuan untuk menyelamatkan posisi SBY menjelang aksi massa 28 Januari. Setelah aksi massa ternyata berlangsung aman dan tidak ada tuntutan yang kuat untuk memakzulkan SBY-Boediono, maka dengan gampangnya anggota Partai Demokrat itu 'menjilat ludah'nya kembali.***RP


Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: