Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

100 Hari Tangisan Rakyat

Hati masih terasa galau tatkala rakyat menyaksikan para petinggi negara "menunggangi" mesin besi yang berkilau di jalan raya. Rakyat berkata, "wah itu pejabat lewat dengan mobil baru...". Terbersitkah di hati para
pejabat yang naik di mobil baru itu, saat melihat gerobak usang, Bajaj maupun becak, yang dilarang keras melintasi jalanan inti kota seperti Jakarta.

Kini, rakyat dihadapkan lagi dengan fenomena kenaikan gaji para pejabat negara (Menteri-red) plus Presidennya, yang katanya mengabdi untuk rakyat itu. Belum saja sirna kisah kenaikan gaji Menteri tadi, muncul pula rencana pemberian fasilitas kepada para pejabat-pejabat itu berupa mobil dinas  baru, masing-masing seharga Rp1,3 miliar per unitnya, untuk sedikitnya 150 pejabat yang akan menerima.

Walaupun ada satu diantara 150 pejabat itu yang menolaknya, tapi tak mampu menyelubungi tangis rakyat yang mengikis asa, ketika minyak tanah pun tak lagi disubsidi dan harganya melonjak tak terjangkau.

Ironis, bahkan Sang Presiden pun merasa pantas memfasilitasi diri dengan pesawat "pribadi" dengan berkedok pesawat Kepresidenan, yang seolah nyata tak mau lagi memikirkan kondisi rakyatnya. Begitu juga rakyat pun tak lagi mau tahu Presidennya berbuat apa, karena benak penat memikirkan bagaimana membeli gas 3 kilogram yang harganya jauh lebih mahal dari yang dijanjikan si "Raja Minyak" Pertamina.

Dari harga gas 3 kilogram yang ditetapkan Rp12.000, ternyata bisa mencapai Rp15.000 bahkan ada yang menjual Rp20.000. Belum lagi kebijakan konversi minyak tanah ke gas, yang terkesan sebagai pemaksaan terhadap rakyat sebagai kewajiban memakai gas. Inikah fakta keberhasilan pencapaian target 100 Kepemimpinan SBY jilid-2...?

Lebih menyedihkan lagi, target pencapaian agenda 100 hari telah diklaim  oleh masing-masing Menteri, yang seolah tanpa dosa menyatakan telah berhasil dibidangnya. Jujur, rakyat merasa semakin muak dengan kebohongan dan silat lidah pemimpin bangsa ini yang merasa "PD" mengakui bahwa kinerjanya telah meraih keberhasilan!

Agenda 100 hari target pencapaian dimaksud dihiasi pula dengan celoteh tak bermoral beberapa anggota Pansus Penyelidikan Kasus Bank Century, terutama dari anggota pansus yang pro kepada pemerintahan saat ini. Tetapi rakyat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Medan, Sumatera Utara juga ikut ramai berceloteh ria.

Hanya celoteh rakyat didasari rasa kesal dan kecewa mendalam terhadap kinerja "tukang listrik" yang memadamkan listrik 3 hingga 4 kali sehari, sejak  pagi hingga menjelang malam. Pelayanan yang
nyata-nyata layak dan harus dinikmati rakyat tak lagi didapatkan, sehingga rakyat merasa tak lagi bisa hidup nyaman di negara tercinta ini.

Rakyat semakin deras air matanya menyaksikan kisruh atas wacana pemakzulan sang Presiden. Meski terbersit selintas asa dari rakyat untuk kehidupan yang lebih baik jika terjadi pemakzulan, namun siapa pula yang layak menjadi pengganti. Jangan-jangan rakyat kembali yang menjadi korban, bak pepatah 'keluar dari mulut Buaya, masuk ke mulut Harimau'. Inikah fakta keberhasilan pencapaian target 100 Kepemimpinan SBY jilid-2...?***Rep1

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: