Pantauan di lapangan, Jumat (12/3) di kota Panyabungan yakni di pasar lama dan di Komplek Madrasah Ibtidaiyah Albarkah di Kelurahan Sipolu-polu tepatnya di samping jalan Pendidikan, Kecamatan Panyabungan, kondisi jalan di dua titik ini kerap digenangi air akibat diguyur hujan deras.
Seorang warga M Riki, 30, warga Banjar Sibaguri, Kelurahan Panyabungan III membenarkan kedua lokasi tersebut kerap banjir bila diguyur hujan. Banjir datang karena drainase sering tersumbat sampah.
Pasalnya, sebut Riki, di sepanjang jalan protokol sangat minim tong sampah, sehingga warga sering buang sampah sembarangan. ”Kedua tempat ini kerap terjadi genangan air yang meluap dari drainase di sepanjang jalan protokol, dan ini diakibatkan karena banyaknya sampah dan minimnya tempat penampungan sampah,” sebutnya.
Hal senada juga dikatakan Puput, 40, seorang pekerja di salah satu toko di sepanjang jalan protokol mengatakan, setiap hujan deras turun mereka selalu dihadapkan dengan sampah yang berserakan yang datang dari drainese di sepanjang jalan protokol,
Puput berharap agar masyarakat sekitar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah tidak sembarangan. “Kami juga berharap kepada Pemkab Madina supaya bisa memberikan tempat penampungan sampah di beberapa titik di sekitar jalan protokol kota Panyabungan,” harap dia.***Kontri4
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

