Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

Warga Madina Trauma Longsor Setiap Tahun

Mandailingnatal(MedanPunya.Com) Warga desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Muara Sipongi dan Pakantan di Kabupaten Mandailingnatal mengaku hingga kini masih trauma atas bencana longsor yang melanda kawasan itu pekan lalu. Bencana longsor itu ternyata terjadi hampir setiap tahun sehingga warga dikecam rasa was-was. Keluhan warga yang mewakili dua kecamatan itu terungkap saat bertemu dengan sejumlah anggota Komisi D DPRD Kabupaten Mandailing Natal dipimpin wakil Ketuanya H Samsul Anwar ketika meninjau lokasi bencana longsor di Kecamatan Muara Sipongi dan Kecamatan Pakantan, kemarin.

Rombongan yang diantar Awaluddin Lubis, SE, selaku Camat Pakantan dari 2 kecamatan ini Angota komisi D banyak mendapat masukan dari warga setempat. Dari pantauan anggota komisi D daerah ini memang kawasan sangat rawan longsor, apalagi saat ini musim hujan dan tebingnya curam ini harus di antisipasi secepatnya agar warga yang ada di 2 kecamatan ini tidak terisolir dan Pemkab Madina harus menyiagakan alat berat di daerah ini mengingat rawan longsor.

Camat Muara Sipungi Awaluddin Lubis yang ikut ke lokasi bersama anggota Komisi D, mengatakan, longsor ini bukan hanya hari ini tapi sudah terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan tiap tahun longgsor di 2 kecamatan ini sudah  dering terjadi mengingat lokasinya yang rawan longsor. "Mengingat pemberitaan media elektronik yang menyatakan beberapa desa terisolir tidak benar karena sampai saat ini kendaraan roda masih bisa lewat walau sudah sering longsor dan mulai terjadinya longsor beberapa waktu lalu sampai sekarang tidak ada yang terisolir," katanya.

Awaluddin berharap kepada Dinas PUP setempat yang membidangi mengenai alat berat agar jangan menarik alat berat yang ada di sini dan tetap stand by mengingat di daerah ini masih banyak yang rawan longsor karena hujan masih terus mengguyur daerah ini.

Sementara warga Pakantan mengharapkan kepada anggota DPRD yang hadir meninjau lokasi untuk secepatnya mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailingnatal melakukan pembersihan badan jalan dan peningkatan jalan. Warga juga meminta agar pemerintah cepat-cepat mencari solusi untuk menangani longsor ini karena longsor ini sudah setiap tahun terjadi tapi belum ada solusinya.

"Kalau terus terjadi longsor ini bisa-bisa harga bahan pokok ke daerah kami ini bisa naik karena seringnya longsor yang menutup badan jalan sehingga hanya kendaraan roda 2 saja yang bisa lewat ke desa ini," ujar warga. Sekretaris Komisi D Iskandar Hasibuan yang didampingi wakil ketua H Samsul Anwar menjawab keluhan masyarakat, pihaknya sangat prihatin kondisi masyarakat di sini mengingat terjadinya longsor baru-baru ini. Maka dari itu mereka berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar bisa tertampung di APBD 2010 untuk meninggkatkan kualitas badan jalan. ***
Berikan Komentar
Tambah
karyawan pt
usman hasan 19:34:22

saya sebagai warga masyarakat desa Aek Botung belu m mengakui bahwa negara ini s
udah merdeka nyatanya desa kami masih belum pernah merasakan arti dari kemerde
kaan tsb memang aku sadar desa kami jauh da ri keramaian tapi tak pantaskah jika
seandainya ad a prhatian dari pemerintah untuk kemajuan desa kam i, kadang aku
berpikir anak-anak diluar sana sekar ang sudah mengetahui berbagai alat -alat ca
nggih d i zaman sekarang tapi mengapa di desa kami sampai sekarang belum ada ya
ng yang namanya pembangunan, nyatanya sampai sekarang jalur jalan dan peneranga
n belum ada, katanya negara ini adalah negara demo krasi tapi nyatanya pemerint
ah sengaja menghambat pendidikan di desa kami, aku kasihan melihat anak- anak s
ekolah harus jalan kaki sepanjang 6 km demi menuntut ilmu untuk kemajuan negara
ini, tapi peme rintah tak sedikitpun merasakan gimana pedihnya pe nderitaan dar
i anak - anak sekolah tsb, inikah yan g dimaksut de...
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: