Medan(MedanPunya.Com) Banjir dan tanah longsor di Desa Baruje, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu (30/12), menyebabkan sedikitnya enam desa di sekitarnya ikut terisolasi.
"Akses ke titik lokasi longsor di Desa Baruje dan sekitar enam desa lain di Kecamatan Mazo saat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Nias Selatan Henny Kurniawan Duha.
Beberapa desa lain di Kecamatan Mazo yang terancam terisolasi itu di antaranya Desa Tano Niko'o, Tetegawa'ai EhomoUlumazo dan Desa Tetegawa'a.
Hubungan darat antara Kecamatan Lahusa dengan Kecamatan Mazo saat ini terputus akibat jembatan di Sungai Susua ambruk diterjang banjir Kamis (1/12).
Selain itu, kondisi sebagian badan jalan mulai dari bekas jembatan tersebut ke lokasi bencana di Desa Baruje hingga kini masih tertutup tanah longsor.
"Untuk menjangkau desa yang terkena tanah longsor hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki sekitar tujuh kilometer," ujarnya.
Akibat akses darat ke lokasi bencana terputus, lanjut dia, sejumlah paket bantuan pangan dan obat-obatan hingga kini masih belum bisa seluruhnya dikirim ke lokasi bencana.
Namun di beberapa titik lokasi bencana, menurut dia, sejak dua hari lalu sudah ada sejumlah personel dari TNI, Polri, dan tim dari BPBD Nias Selatan yang melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor yang mengakibat lima warga Desa Baruje meninggal dunia.
"Di lokasi bencana saat ini juga sudah ada Posko darurat yang berfungsi untuk membantu korban yang cedera," ujarnya.
Beberapa korban yang mengalami luka serius telah ditangani di Puskesmas Mazo dan lima orang di antaranya telah dirujuk ke rumah sakit umum di Teluk Dalam, Ibu kota Kabupaten Nias Selatan.
"Kami akan terus mengupayakan sejumlah paket bantuan untuk korban tanah longsor secepatnya tiba di lokasi bencana," ujarnya.
Dia membenarkan, curah hujan yang relatif tinggi di Kecamatan Mazo dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir turut menghambat proses penanganan bencana alam di kabupaten yang terdiri dari belasan pulau di sebelah barat Provinsi Sumatera Utara itu.***mpc/ann/bs