Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

Sopo" Toba Eden Lestari Dibangun di Lumbanjulu

Lumbanjulu(MedanPunya.Com) "Sopo" Toba Eden Lestari dibangun di kawasan Taman Eden Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, untuk difungsikan sebagai Balai pertemuan mendukung aktivitas para penggiat lingkungan di wilayah tersebut.

"Sopo (Rumah) berukuran 20x15 meter itu, akan digunakan mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian alam dan lingkungan," kata Pengelola Taman Eden 100, Marandus Sirait di Lumbanjulu, Jumat (20/1).

Ia mengatakan bangunan bernilai hampir Rp200 juta tersebut merupakan bantuan dari PT Toba Pulp Lestari, sebuah pabrik pengelola bubur kertas yang beroperasi di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir.

Selain bisa digunakan sebagai Balai pertemuan bagi para pecinta alam yang sering berkunjung ke taman tersebut, sopo dimaksud juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diskusi kelompok serta menggelar berbagai kegiatan yang berkait dengan tujuan pelestarian dan pemeliharaan ekosistem.

"Anggota pramuka atau kelompok remaja pecinta alam yang sering berkemah di lokasi tersebut, kita persilakan memanfaatkannya untuk menggelar diskusi tentang isu-isu penyelamatan lingkungan," ujar Marandus.

Pria penerima penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2005 itu menyebutkan, bangunan yang akan diresmikan, Jumat (27/1) oleh Bupati Toba Samosir, Kasmin Simanjuntak itu, akan melengkapi fasilitas objek wisata alam Taman Eden 100 berjarak sekitar 40 kilometer dari Balige, ibukota Kabupaten.

Dikatakannya, dalam kawasan objek wisata edukasi seluas 40 hektar itu, setiap pengunjung dapat mempelajari lebih jauh tentang berbagai jenis tanaman kategori langka, sebab tumbuhan di sana didominasi pohon khas langka yang tumbuh di sekitar Danau Toba, seperti "hariara, jabi-jabi, ingul dan andaliman".

Marandus menyebutkan, taman dimaksud dibangun bersama keluarganya untuk mengingatkan manusia, agar terus menjaga dan melestarikan alam.

Sebagai generasi penerus, kata Marandus, pihaknya wajib menjaga dan melestarikan alam dengan merawat tanaman serta memelihara lingkungan dan berbagai bibit tanaman langka dikembangkan serta dibudidayakan di taman tersebut.

"Jumlah pengunjung yang tercatat dalam tahun 2011 mencapai 22.000 orang, berasal dari berbagai daerah termasuk Pulau Jawa dan sejumlah wisatawan mancanegara," ujarnya.

Setiap pengunjung, kata Marandus, diberi kebebasan menikmati taman, tanpa dipungut biaya dan boleh menanam sendiri pohon yang dipilihnya.***mpc/ann/bs

Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: