Balige(MedanPunya.Com) Sejumlah warga di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara mengeluhkan sulitnya memperoleh minyak tanah di daerah itu, karena bahan bakar tersebut semakin langka dan sudah sejak lama menghilang dari pasaran.
"Kelangkaan minyak tanah di wilayah ini sesungguhnya telah lama dirasakan warga, karena bahan bakar dimaksud sudah menghilang sejak awal November 2011 lalu," ujar seorang Ibu rumah tangga, Mariani.
Ia mengaku sangat prihatin, sebab hingga akhir Januari 2012, tidak ada terlihat tanda-tanda akan berakhirnya kelangkaan bahan bakar tersebut, bahkan dia nilai cenderung semakin parah.
Apalagi, kata dia, warga semakin merasa kewalahan dalam memenuhi kebutuhan dalam penggunaan bahan bakar, sebab gas elpiji ukuran 3 Kg juga sulit diperoleh, sehingga banyak ibu rumah tangga yang terpaksa harus beralih menggunakan bahan bakar kayu.
Dikatakannya, masalah seputar minyak tanah sepertinya tidak akan pernah habis, karena selain sulitnya memperoleh untuk dibeli, harga eceran di pasaran melambung sangat tinggi.
Kelangkaan bahan bakar jenis minyak tanah disertai sulitnya memperoleh untuk dibeli, meski dengan harga eceran yang cukup tinggi, telah menimbulkan banyaknya keluhan dari masyarakat.
Boru Manurung (34), seorang Ibu rumah tangga dari Kecamatan serupa menyebutkan, dirinya terpaksa harus rela mengantri selama berjam-jam untuk dapat membeli minyak tanah yang dibatasi oleh salah satu Kios Pengecer di Kota Balige dengan harga Rp.11 ribu per liter.
Menurutnya, sulitnya mendapatkan minyak tanah di wilayah tersebut, diduga disebabkan masih belum lancarnya suplai dan kemungkinan adanya pengusaha tertentu yang mengoplosnya dengan solar serta banyaknya spekulan yang menjual ke luar daerah.
Seorang pengecer minyak tanah di Balige, R. Pardede mengaku, kesulitan mendapatkan minyak tanah itu, telah mereka rasakan sejak beberapa bulan lalu, dan sebagai pedagang pengecer dirinya juga merasa bingung serta prihatin, apalagi sebagian besar warga masih menggunakan minyak tanah untuk keperluan memasak di dapur.
"Terjadinya kelangkaan minyak itu benar-benar telah menyusahkan masyarakat," ujarnya.
Sebagai pengusaha pengecer, kata Pardede, pihaknya sudah sering menyampaikan keluhan terhadap distributor yang ada di daerah tersebut, agar membuat kebijakan sebagai solusi untuk mengatasinya, tapi hingga kini belum membuahkan hasil.***mpc/ann/bs