Tue22052012

Last update05:44:30 AM GMT

Sudah Diperlukan Perda Ruang Publik Anak

Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan memperhatikan sekaligus mendorong ketersediaan ruang publik anak. Ruang publik anak di kota Medan nyaris langka, dikarenakan konsep pembangunan lebih tendensius mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Setuju, jika menguatkan dengan perihal yang disuarakan beberapa aktivis perlindungan anak dan perempuan dan kalangan dewan sendiri.

Pembangunan selama ini telah menggerus ruang publik anak. Apalagi selama ini di Medan belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang dapat mendorong ketersediaan ruang publik. Kita berharap adanya Perda yang mengatur ketersediaan ruang publik anak yang cukup memadai.

Tadinya di kota Medan pernah ada ruang publik anak di alam terbuka seperti Taman Ria, Medan Fair, dan juga Kebun Binatang yang terdapat di kawasan inti kota yang mudah dijangkau. Namun pembangunan telah menggerus ruang publik anak tersebut, sekalipun ada yang masih disisakan semisal Medan Fair yang dipindahkan ke Tapian Daya dan juga Kebun Binatang yang dipindahkan di pinggiran kota hanya saja sudah tidak representatif (mencerminkan keterwakilan) dari sebuah ruang publik ideal bagi anak.

Fenomena tersebut menggiring sebagian besar anak-anak mengalami gejala dewasa prematur. Anak masih sangat membutuhkan ruang publik untuk area bermain. Nyaris langkanya ketersediaan ruang publik anak, sehingga sebagian besar anak-anak lebih memilih melarikan kepenatannya untuk memasuki ranah yang selayaknya dimasukinya tatkala usianya sudah terbilang dewasa.

Fenomena yang tengah menggejala saat sekarang ini tak sedikit anak-anak pasca menghadapi jam pelajarannya di sekolah, ditandai kesibukannya yang lebih memilih memasuki dunia maya dengan berinteraksi melalui jaringan teknologi informasi yang kebanyakan sulit dimonitor orang tua.

Anak-anak saat sekarang ini, sudah tidak lagi dapat membedakan zona bahaya dan zona aman untuk dimasukinya. Kejadian tragis menimpa salah seorang siswa SMP di Sungai Tembung yang belum lama ini tewas dimangsa seekor ular phyton, lebih dikarenakan anak-anak sudah tidak mempunyai alternatif lain untuk mendapatkan ruang publik anak yang nyaris langka.

Di negara maju semisal dikembangkan ruang publik cukup luas bagi anak-anak untuk mengembangkan kreatifitas mereka, dan ragam ruang publik dapat menuntun anak lebih kreatif. Selagi areal di kota Medan belum semuanya ditindih gedung pencakar langit, penyediaan ruang publik anak di masih memungkinkan. Karenanya, Walikota Medan yang terpilih pada Pilkada 2010 ini, serius memperhatikan sekaligus mendorong bagi ketersediaan ruang publik anak.***Rep4
Berikan Komentar
Tambah
Komentar
Nama:
Email:
 
Title:
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."




Baca Juga: