“Hari terkahir pelaksanaan Cheng Beng, masyarakat Tionghoa yang berada di luar kota menyempatkan diri untuk datang ke pekuburan Tionghoa di komplek Vihara Yayasan Budi Luhur untuk melakukan ritual Cheng Beng. Semuanya berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Ketua Yayasan Budi Luhur, Harun di Vihara Yayasan Budi Luhur kepada MedanPunya.Com Senin (5/4) tadi sore.
Dia mengatakan, tokoh masyarakat Kecamatan Medan Johor ini mengucapkan terima kasih kepada Polsek Deli Tua, Polsek Patumbak, Lurah Kedai Durian, Kades Suka Makmur, Koramil 08/DT, Koramil 15/DT, Sekdes Kelurahan Mariendal, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi masyarakat serta sejumlah warga masyarakat setempat yang turut andil menjaga ketertiban dan keamanan proses pelaksanaan Cheng Beng.
Dia menjelaskan, terima kasih kepada pengunjung yang melaksanakan Cheng Beng yang mampu menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung sehingga tercipta suasana kondusif.
Sepuluh hari pelaksanaan Cheng Beng, kata Harun, pengunjung yang datang sekitar 20 ribu dari berbagai daerah di Sumut, luar kota seperti Jakarta, Pekan Baru, Bandung, Batam bahkan dari luar negeri Malaysia dan Singapura, memadati 12 ribu makam yang tersebar di lahan seluar 120 hektar ini.
“Ini karena koordinasi seluruh pihak sehingga pelaksanaan Cheng Beng berjalan lancar. Semoga kedepan kerjasama yang baik ini tetap terjaga,” ujarnya.
Harun mengemukakan, Cheng Beng merupakan salah satu ritual sembahyang leluhur yang dilaksanakan masyarakat Tionghoa atau umat Budha. Biasanya para pengunjung yang melaksanakan ritual Cheng Beng selain mendoakan agar para leluhur bisa tenang di alam baka, juga berharap mendapatkan kedamaian, kebahagiannya hingga kesehatan dan dimudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.***Rep2
| Berikan Komentar |
|
PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih

