Lubuk Pakam(MedanPunya.Com) Sekitar seribu orang petani di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bergotong royong memperbaiki irigasi dan bendungan Bandar Sidoras yang jebol diterjang banjir, Sabtu.
"Lebih seribu orang petani dan masyarakat dari enam desa di Percut Sei Tuan hari ini bergotong royong memperbaiki bendungan Bandar Sidoras," kata Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein, Sabtu (17/12).
Perbaikan bendungan Bandar Sidoras tersebut dilakukan secara manual oleh masyarakat petani dengan cara membuat bronjong di sisi bendungan yang jebol di Sungai Percut.
Masyarakat petani di sekitar bendungan Bandar Sindoras, menurut dia, berinisiatif memperbaiki bendungan itu untuk mencegah kemungkinan terjadi banjir yang berpotensi merendam lahan sawah mereka.
Bendungan Bandar Sidoras yang dibangun pemerintah melalui dana APBN tahun 2003, jebol diterjang banjir sekitar November 2011.
Peristiwa tersebut mengakibat ribuan hektare sawah petani di sekitar muara Sungai Percut terendam banjir dan akhirnya gagal panen.
Darwin membenarkan bahwa, keberadaan bendungan Bandar Sidoras selama ini memiliki kontribusi besar mendukung produksi beras di Deli Serdang.
Luas lahan sawah yang mengandalkan air dari bendungan tersebut saat ini diperkirakan mencapai 4.600 hektare lebih.
Produksi padi dari lahan sawah di sekitar bendungan Bandar Sidoras berkisar antara enam sampai delapan ton per hektare.
"Dalam satu tahun, sebagian besar sawah di sekitar bendungan Bandar Sidoras mengalami dua kali panen," tambahnya.
Disebutkannya, Kecamatan Percut Sei Tuan hingga kini termasuk sentra produksi pangan terbesar di Deli Serdang.
Sementara itu Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Deli Serdang L.Banjarnahor, mengungkapkan, beberapa sisi bendungan Bandar Sidoras yang rusak akan segera diperbaiki secara permanen dengan menggunakan dana dari pemerintah pusat.
Sembari menunggu realisasi anggaran untuk perbaikan bendungan secara permanen, PU Deli Serdang bersama Balai Wilayah Sungai Sumut (BWSS) II belum lama ini juga telah menutup sebagian sisi bangunan bendungan yang jebol.
Upaya tersebut bertujuan meminimalisir ancaman banjir di tengah musim tanam padi sekarang ini.***mpc/ann/bs