cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Sebanyak 126 orang di Kota Pematangsiantar dinyatakan positif AIDS. Jumlah tersebut hampir 90 persen dari jumlah orang terinfeksi HIV, yakni 177 orang.

"126 positif AIDS, sisanya 177 kurang 126 (51) menuju AIDS," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pematangsiantar H Iswan Lubis, Senin (1/12).

Iswan mengatakan, para pasien kebanyakan dirawat di RSUD Djasamen Saragih. "Sebagian lagi ada yang dirujuk ke Adam Malik Medan," katanya.

Sementara itu, anggota Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Tri Utomo mengatakan, di Siantar, penanganan HIV/AIDS dilakukan secara tim, melibatkan RSUD Djasamen Saragih dan Puskesmas Tomuan.

"Dan tentunya dari KPA juga," katanya. Tri mengatakan, dari jumlah tersebut, terbanyak adalah ibu rumah tangga. "Bahkan PSK hanya 5. Anak-anak 8. Data terbaru bayi umur 8 bulan. Sisanya ibu rumah tangga," katanya.

Menurutnya kajian, kata Tri, para ibu rumah tangga terinfeksi dari suaminya yang "jajan" di luar. "Itu jumlah data itu belum termasuk para suami-suami itu. Suami-suami ini gak pernah mau memeriksa. Kalau diperiksa mereka pasti terjangkit. Istilahnya mereka LBT (Lelaki Berisiko Tinggi)," katanya.

Dalam mendata penderita, lanjut Tri, dibuat tiga parameter dimana ada tiga kelurahan yang menjadi sampelnya. Salah satunya adalah Kelurahan Tanjungpinggir yang dikenal sebagai kawasan kafe remang-remang.

"Yang pertama Kelurahan Tanjungpinggir. Mulai dari terminal baru sampai Jalan Bali. Di sana karena ada kafe remang-remang. Yang kedua Kelurahan Karo, karena di sana sumber narkoba. Banyak di sana yang memakai jarum suntik. Dan yang ketiga Kelurahan Asuhan. ODHA di sana banyak, umumnya udah meninggal. Tapi anak istrinya masih ada," ujarnya.

Menurutnya kajian, kata Tri, para ibu rumah tangga terinfeksi dari suaminya yang "jajan" di luar. "Itu jumlah data itu belum termasuk para suami-suami itu. Suami-suami ini gak pernah mau memeriksa. Kalau diperiksa mereka pasti terjangkit. Istilahnya mereka LBT (Lelaki Berisiko Tinggi)," katanya.

Dalam mendata penderita, lanjut Tri, dibuat tiga parameter dimana ada tiga kelurahan yang menjadi sampelnya. Salah satunya adalah Kelurahan Tanjungpinggir yang dikenal sebagai kawasan kafe remang-remang.

"Yang pertama Kelurahan Tanjungpinggir. Mulai dari terminal baru sampai Jalan Bali. Di sana karena ada kafe remang-remang. Yang kedua Kelurahan Karo, karena di sana sumber narkoba. Banyak di sana yang memakai jarum suntik. Dan yang ketiga Kelurahan Asuhan. ODHA di sana banyak, umumnya udah meninggal. Tapi anak istrinya masih ada," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wali kota Pematangsiantar sebagai Ketua KPA mengakui bahwa Siantar menduduki peringkat ke-4 jumlah warganya yang terinfeksi HIV/AIDS.

"Akan kita perhatikan betul itu. Kita juga sudah peringkat ke-4 se-Sumut, setelah Medan, Tanah Karo, dan Tobasa. Kita akan berusaha menekan ini," ujarnya.

Hulman juga berjanji akan menertibkan kafe-kafe remang-remang di kawasan Tanjungpinggir.

"Kafe-kafe itu akan kita tertibkan. Kita usahakan. Yang mana yang terbesar dulu. Kita pagar betis itu," katanya. Hulman pun mengimbau masyarakat untuk menjauhi seks bebas.

"Generasi muda jaga pergaulan bebas. Apalagi seks bebas. Jangan sekali-sekali. Itu bukan budaya kita. Saya melihat di negara luar mereka menyiapkan anak-anaknya dengan kondom. Kita jangan kayak gitu," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1099 kali