cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Lubuk Pakam(MedanPunya.Com) Keluarga almarhum Sofian Lubis yang tewas diduga akibat dianiaya polisi berencana mendatangi Polda Sumut, Selasa (2/12). Hal itu dikatakan oleh bibi almarhum yakni Suprihartini.

"Kami akan buat laporan ke Polda Sumut. Kami keluarga belum bisa terima begitu saja dengan perlakuan anggota polisi dari Polres Deliserdang," ujar Suprihartini.

Menurutnya, sebenarnya keluarga berencana membuat laporan ke Propam Polda pada Senin (1/12). Namun karena masih ada jasad almarhum keluarga menunda membuat laporan.

"Sebenarnya semalam cuma karena sore baru selesai dikebumikan ya sepakat keluarga hari inu sajalah. Kami yakin dia tewas dianiaya karena semua orang disini tau dia itu diperlakukan gimana sama polisi. Mulut dipukul pakai helm, terus dipijak pijak juga," kata Suprihartini.

Sebelumnya diberitakan, Sofian Lubis ditetapkan tersangka oleh Polres Deliserdang karena dinilai menghalang halangi kerja polisi ketika ingin menangkap tersangka narkoba. Penangkapan yang dilakukan oleh Polisi terjadi didepan rumah Suprihartini, Kamis (27/11) sekira pukul 09.00 WIB.

Saat itu disebut ada 8 orang anggota polisi Satnarkoba Polres Deliserdang berbaju preman hendak menangkap Pomo yang sudah menjadi DPO. Penangkapan terjadi didepan rumah Suprihartini. Karena saat proses penangkapan ada kaca jendela yang pecah Suprihartinipun meminta pertanggung jawaban kepolisian.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1088 kali