cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya.Com) Meski telah menetapkan Kadishut Simalungun, Jan Wanner sebagai tersangka, namun penyidik Subdit IV/Tipiter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, tidak bisa melangkah lebih jauh dalam proses penegakan hukumnya.

Sebab, kini penyidik Poldasu hanya bisa 'menunggu bola' dari pihak satuan/institusi yang kini tengah menggunakan lahan hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, yang telah dirambah itu sebagai tempat pelatihan militer.

"Sesuai keterangan yang pernah disampaikan Bapak Kapolda, untuk pengusutan kasus hutan di Simalungun itu menunggu keterangan dari pihak TNI," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Helfi Assegaf, Selasa (2/12).

Dijelaskan, keterangan atau penjelasan yang diberikan pihak TNI ke Polda Sumut nantinya, terang Helfi, akan menentukan kelanjutan proses penyidikan kasusnya.

Sebab, jika nantinya lahan yang telah dirambah itu dinyatakan pemerintah memang diperuntukkan sebagai latihan militer, maka bisa saja kasusnya dihentikan. "Karena kalau memang pemerintah menyatakan penggunaan lahan itu untuk latihan TNI yang bertujuan untuk ketahanan negara, itu boleh saja," terang Helfi.

Ditanya soal status tersangka yang telah ditetapkan penyidik kepada Kadishut Simalungun, Jan Wanner Saragih dan beberapa warga lainnya dalam kasus perambahan hutan lindung itu, Helfi tidak mau berandai-andai. "Kita lihat sajalah nanti. Kita masih menunggu penjelasan dari pihak TNI," imbuh Helfi.

Penyidikan kasus perambahan hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun yang ditangani Subdit IV/Tipiter, Ditreskrimsus itu telah menjerat Kadishut Simalungun, Jan Wanner Saragih.

Pjs Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Poldasu, Kompol Robin Simatupang, sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi (Hutan lindung di Batu Holing, Dusun Urung Doloknagori Togur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, red), sekitar 4 bulan lalu. Di lokasi itu sedang ada latihan militer dengan plang bertuliskan larangan masuk.

"Dengan adanya latihan militer di lokasi itu, sehingga tim kita tidak jadi masuk ke lokasi. Kemudian kita laporkan ke pimpinan," kata Robin.

Dengan kondisi itu, sambung Robin Simatupang, disampaikan ke DPRDSU dan dilakukan rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU dihadiri Poldasu, Kodam I/BB diwakili Dan Rindam I/BB dan Pemkab Simalungun diwakili Kadishut Simalungun Ir Jan Wanner Saragih.

Dalam rapat itu, Pemkab Simalungun mengakui menyerahkan hutan lindung itu ke Kodam I/BB sebagai tempat latihan militer. Keterangan Kadishut itu juga diamini pihak Kodam I/BB yang meminta 10.000 Ha sebagai tempat latihan.

Pada kesempatan itu, tambah Robin, sempat terjadi argumen alot antara DPRDSU dengan pihak Kodam I/BB soal terjadinya perambahan. Namun alasan pihak TNI, jika tidak dilakukan penebangan, tentu kendaraan pada saat latihan tidak bisa melintasi areal. "Dengan kondisi itu, kita selaku penyidik berkesimpulan, untuk sementara tidak melajutkan penyidikan," jelas Robin.

Menjawab wartawan tentang status tersangka Kadishut Simalungun, Ir. Jan Wanner Saragih, Robin mengatakan, status tersangka tidak akan dicabut. "Status tersangka tidak akan dicabut dan tidak dilakukan rehabilitasi. Biarlah waktu yang menentukan," pungkasnya.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1214 kali