cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Pangururan(MedanPunya.Com) Masyarakat delapan desa di Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mendambakan akses transportasi jalur darat antardesa dan ke ibu kota kabupaten, di Pangururan.

“Selama ini kami mengandalkan jalur danau dengan kapal penumpang, dan waktunya satu kali dalam sehari,” kata Manotar Siringo-ringo, warga Desa Holbung, Selasa (2/12).

Manotar mengatakan, di enam desa jalan yang pernah dibuka hanya bisa dilalui kendaraan jenis truk karena mengalami kerusakan dan tertimbun longsoran pada musim hujan.

“Bahkan di Desa Janji Raja dan Holbung, tidak juga bisa dilalui kendaraan roda dua, dan terpaksa menyimpan kendaraan roda empat di Sabulan (ibu kota kecamatan),” kata Manotar.

Praktis kata Manotar, masyarakat mengandalkan angkutan air untuk mencapai ibu kota kecamatan di Desa Sarulan, dan ke Kecamatan Palipi.

Sedangkan untuk menjual hasil bumi, padi dan kopi, masyarakat terpaksa mengikuti harga beli para agen (pengumpul hasil bumi), dengan waktu tertentu datangnya.

Camat Sitio-tio, Parissan Lumban Gaol mengakui kerusakan akses jalan menuju ke ibu kota kecamatan sehingga masyarakat pemilik mobil menitipkan kendaraannya di Kecamatan Palipi.

Parissan mengatakan, pemerintah kecamatan telah menyampaikan usulan perbaikan dan perkerasan jalan melalui musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan.

“Selain hasil bumi,di daerah kami, ada objek wisata yang bisa dikembangkan. Kita harapkan perhatian dari pemerintah kabupaten supaya ada penambahan penghasilan masyarakat,” kata Parissan.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1113 kali